Marketplus.id – Penipuan daring menjadi kejahatan yang semakin sering terdengar. Ada baiknya Anda waspada terhadap pencurian data pribadi lewat daring untuk mencegah penipuan tersebut.

Hal itu diungkapkan, Agus Gunawan, Bidang Kesekretariatan Relawan TIK Jawa Timur & Owner Omah Hidroponik, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin, (11/10/2021).

Ia juga mengatakan untuk mencegah para pelaku kejahatan siber mencuri identitas Anda, berhati-hatilah dengan segala permintaan data, terutama yang melibatkan dokumen-dokumen penting.

Berikut langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah adanya penipuan daring.  Pertama, selalu waspada atas permintaan memverifikasi identitas di layanan yang sudah sering digunakan. Jika Anda berpikir dua kali untuk mengabaikan pesan tertentu, cari informasi lengkap di situs web resmi perusahaan. Kedua, perhatikan kualitas teks. Ingatlah, kesalahan tata bahasa, kata-kata yang hilang, dan kesalahan ketik dalam komunikasi perusahaan nyata sangat jarang terjadi.

Ketiga, periksa dari mana pesan itu berasal, serta di mana tautan menunjuk. Perusahaan mengirim surat dari domain resmi, jika terdapat pengecualian mereka akan menjelaskannya pada situs web resmi.

Keempat, pembatasan apa pun, seperti kerangka waktu yang mendesak untuk memberikan informasi, harus diwaspadai. Lebih baik melewati tenggat waktu daripada mengirim data anda ke pelaku kejahatan siber.

Kelima, jika ragu, hubungi layanan pelanggan. Namun, jangan gunakan nomor yang disediakan dalam pesan. Temukan nomor terlegitimasi pada situs resmi atau di surel konfirmasi pendaftaran.

Presiden Joko Widodo menegaskan, saat membuka program literasi digital nasional, tantangan di ruang digital semakin besar, konten-konten negatif terus bermunculan dan kejahatan di ruang digital terus meningkat.

“Menjadi kewajiban kita bersama untuk meningkatkan kecakapan digital masyarakat melalui literasi digital,” ujar Jokowi.

Presiden pun mencontohkan konten-konten negatif yang marak muncul di ruang digital, seperti hoaks, penipuan daring, perjudian daring, eksploitasi seksual pada anak, perundungan siber, ujaran kebencian, hingga radikalisme berbasis digital.

Hal-hal itu perlu diwaspadai karena mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. “Dengan literasi digital kita minimalkan konten negatif dan membanjiri ruang digital dengan konten positif,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (11/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Laila Chairy (Dosen & Praktisi komunikasi), Diah Renata Anggraeni (Associate Faculty Member Binus University), Halla Al Hartik (Guru Islamic School), dan Segi Rahardian Albariqy (Profesional Gamer) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.