Marketplus.id – Lompatan teknologi itu harusnya diikuti dengan kemampuan literasi masyarakat. Dengan kemajuan teknologi, masyarakat semakin dimudahkan. Akses informasi bisa dengan gampang didapatkan. Namun, dengan kemajuan itu, jangan sampai malah mengarah pada potensi hal yang negatif, salah satunya muncul pemahaman terorisme dan radikalisme melalui dunia digital.

Hosaini, Wakil Dekan/Kaprodi Kependidikan Islam Fakultas Agama Islam Universitas Bondowoso, menjelaskan, jangan sampai, kemajuan teknologi informasi malah disalahgunakan, apalagi mengarah pada penyebaran paham-paham terorisme dan radikalisme. Apabila masyarakat bijak, kemajuan teknologi informasi ini bisa dimanfaatkan kepada peningkatan kesejahteraan.

“Misalnya bisa dipakai untuk dagang online atau membuat video dengan konten yang positif,” ucap Hosaini, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021).

Ia mengatakan di era saat ini penyebaran paham terorisme dan radikalisme sudah berkembang dan mengarah pada dunia digital. “Di media sosial sekarang banyak konten-konten yang mengarah pada pemikiran terorisme dan radikalisme. Kalau tidak disaring akan menimbulkan masalah,” jelasnya.

Lanjutnya, aksi terorisme muncul berawal dari pemikiran-pemikiran atau paham tertentu. Seperti, ia mencontohkan pada 2002, ada aksi terorisme bom Bali, berawal dari pemikiran atau sentimen anti-Barat.

Selain itu, dia mengimbau, ketika ada indikasi kelompok radikal yang bisa mengarah pada terorisme di tengah masyarakat. Masyarakat bisa lapor, baik ke tingkat RT/RW terlebih dahulu ataupun langsung ke kepolisian.

Ia juga menerangkan, lantaran yang paling mengerti soal teknologi informasi terutama di media sosial adalah anak muda, maka mereka bisa berperan untuk menyaring beragam informasi terutama yang menjurus pada radikalisme. “Anak muda paling paham dalam urusan media sosial. Maka sejak dini dibentengi,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (12/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Wahyu Widodo (Content Illustrator), Koe Kenny (Experienced Business Development and Project Management PT Polindo Utama), dan Fita Okta Fiana (Duta Wisata Bondowoso 2019) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.