20 Juni 2024

Marketplus.id – Saluran penyebaran hoaks yang paling banyak pada aplikasi chatting dan media sosial. Di sinilah siberkreasi dan juga Kementerian komunikasi dan informatika menggalakkan kampanye untuk menangkal hoaks. Kita semua yang mengambil andil untuk mengontrol media sosial karena sifatnya individual.

Kalau ada yang menyebarkaan otomatis akan tersebar juga ini sangat signifikan. Berbeda dengan media lainnya, radio, media cetak kemungkinan kecil terjadinya hoaks karena ada tim redaksi, 5-10 orang mereka saling mencari validasi data dan informasi itu benar atau tidak.

“Sebelum dipublikasikan ada banyak yang mengecek sehingga penyebaran di media media ini cenderung kecil. Media massa itu juga sudah memiliki kewajiban untuk menyajikan informasi fakta kepada masyarakat. Tugas mereka seperti itu jadi memang sudah ada beban moril,” ungkap Eko Prasetyo Co-Founder Sybusrt Corporation saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021).

Kemudian di media sosial chatting ini juga lebih banyak didominasi oleh mereka paruh baya atau 45 tahun ke atas yang justru sangat percaya informasi yang berasal dari WhatsApp. Sehingga mereka juga kerap membagikan ulang apa yang didapatnya di grup WhatsApp.

“Kita bisa melihat langsung di grup WhatsApp yang terdapat mereka yang lebih tua, di keluarga, di lingkungan RT RW di grup keagamaan. Mereka cenderung yang sudah tua menganggap wajib untuk menjadi sumber informasi bagi pad anggota yang lain,” ujarnya.

Maka dari itu, para orang tua ini harus segera diedukasi dengan beragam cara atau melalui orang yang mereka percaya agar pesan yang ingin disampaikan diterima dengan baik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (16/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dicky Renaldi (Kreator Konten), Bukhori (Relawan TIK Sukabumi), Richard Paulana (COO TMP Event) dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *