Marketplus.id – Personal branding adalah sebuah proses bagaimana setiap individu menjual dirinya sendiri kepada orang lain. Hal itu adalah sebuah proses saat individu dapat membedakan diri mereka dengan mengidentifikasi dan mengartikulasikan proporsi nilai unik yang mereka punya dan kemudian memanfaatkannya ke seluruh platform dengan pesan yang konsisten untuk mencapai tujuan tertentu.

Hal itu dikatakan, Untsaa Nabila sebagai Key Opinion Leader, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021).

Ia mengatakan, personal branding juga mencakup bagaimana cara orang dapat memaksimalkan potensinya dan termasuk mengetahui nilai-nilai mereka, keterampilan, dan memiliki sikap atau perilaku yang baik. Sebab itu, pertama-tama Anda perlu mencatat beberapa hal penting dalam memaksimalkan personal branding Anda.

“Penting diketahui bahwa personal branding memiliki dua komponen, yakni komponen utama dan pendukung,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebaiknya mengetahui apa saja komponen utama itu. Dalam komponen utama terdapat nilai (value), keahlian (skills), dan tingkah laku/sikap (behavior). “Jika ketiganya padu, Anda telah memiliki sebuah fondasi dalam membentuk sebuah citra untuk diri Anda agar dapat dilihat oleh orang lain,” paparnya.

Kedua adalah komponen pendukung yang terdiri dari keaslian (originality), keunikan (uniqueness), dan penamilan (looks). Citra diri Anda akan makin terbentuk ketika Anda telah menampilkan keaslian, keunikan, dan penampilan diri Anda kepada orang lain. Sebab itulah, penting dilakukan pencarian mau jadi apa kita, tetapi harus sejalan dengan persepsi yang orang lain tangkap.

“Setiap orang sangat perlu hal itu (personal branding) karena setiap orang itu berbeda dan unik karena memiliki ‘tahapan’ di masing-masing kehidupannya,” terangnya.

Menurutnya, ada alasan mengapa setiap orang sangat perlu membentuk personal branding mereka. Pertama adalah karena dapat memimpin banyak orang (lead more), dapat terus menang (win more), dan terakhir pasti akan mendapatkan sesuatu yang lebih (earn more).

“Sangat penting karena Anda akan dapat menjadi seorang pemimpin dengan memimpin lebih banyak orang. Juga ketika bersaing, Anda ada kemungkinan memenangkan kontestasi itu dan juga hasilnya akan mendapat lebih banyak dari yang lainnya,” sambungnya.

Untuk melakukannya dengan mengikuti tiga langkah ini, seperti:

  1. Anda harus self-aware atau sadar dengan diri sendiri. Penting untuk berpikir Anda akan disebut dan dilihat seperti apa? Apa yang harus saya bawa untuk membuktikan kepada orang-orang tentang siapa saya dan apa yang bisa saya lakukan? Tidak ada yang tahu apa yang ada dalam diri Anda, kecuali Anda sendiri dan Anda tidak bisa memalsukannya.
  2. Tell your story with your life. Anda perlu menceritakan diri Anda kepada orang lain lewat kisah hidup yang telah dijalani. Anda bisa memberi bukti kepada dunia siapa Anda sebenarnya. Kemudian jika mereka percaya dengan cerita Anda, mereka akan mempekerjakan/ bertunangan/bahkan menikah dengan Anda. Ia juga menjelaskan cara-cara terbaik bagaimana menceritakan kisah hidup Anda kepada orang lain.

“Orang lain perlu mengetahui cerita Anda. Anda hanya perlu menceritakannya dengan mendapatkan perhatiannya, manfaat yang relevan dan mudah diingat,” jelasnya.

3. Perdalam hubungan dengan orang lain atau deepen your relationships. Ternyata dalam sebuah hubungan tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan mereka saat ini, tetapi juga untuk mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan. Ini tentang hubungan jangka panjang.

Pada akhirnya, Anda perlu meninjau dan menanyakan kembali kepada teman Anda apa definisi yang benar-benar tepat buat Anda. Jika Anda pikir Anda berada di jalur yang benar, tolong pertahankan dan kembangkan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (27/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Dr. H. Sopingi (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk), Keke Michelle Awuy Tenaga Ahli DPR RI), Eka Rini Widya Astuti (Ketua Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual ITSNU Pasuruan), dan Rona Merita (Dosen IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk).