Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (27/10).

Acara dipimpin oleh Moderator Adelia Rahmawati Putri., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono S.T,M.M., Dinda Syahva., Vivid Sambas ST, MMT., Akhmad Firmannamal, Ph.D., dan Anelies Praramadhani.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Peran Generasi Muda Dalam Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 532 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Akhmad Firmannamal, Ph.D. adalah, kalau kita tidak sengaja mengejek dikomenan orang lain lalu kita hapus. Apa itu sudah meninggalkan jejak digital meskpun mengomentari hanya 1-2 menit?

Akhmad Firmannamal menjelaskan, “Jejak digital sangat susah untuk dikembalikan kepada keadaan semula. Membutuhkan usaha yang lebih untuk bisa memperbaiki jejak digital kita. Oleh sebab itu kita harus saring sebelum sharing sehingga kita tidak menyusahkan diri sendiri. Menghapus postingan dapat dilakukan namun tidak menjamin keamanan seratus persen sehingga kita harus bijaksana dalam membuat postingan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.