Sinjai, 27 Oktober 2021– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 27 Oktober 2021 di Sinjai, Sulawesi Selatan.

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diusung pada hari ini yaitu “Membangun Demokrasi di Dunia Digital”.

Acara hari ini dipandu Debi Gien Firmansyah selaku moderator serta menghadirkan empat narasumber, di antaranya Ajeng Mawadah Puyo selaku Presenter TV; Metha Margaretha selaku Presenter TV/Penyiar Radio; Finneke Wolajan selaku Jurnalis; dan Muhammad Yunus selaku Trainer GNI. Pada program kali ini diikuti oleh 616 peserta dari berbagai kalangan umur dan profesi.

Ajeng Mawadah Puyo yang membawakan tema “Positif, Kreatif, dan Aman di Internet” mengatakan, “Internet itu ibarat perpustakaan raksasa. Kita tidak perlu berkunjung jauh-jauh untuk pergi ke perpustakaan tersebut karena kita hanya membutuhkan gadget kita untuk mencari sumber informasi”. Menurut Ajeng, sebelum kita berinternet, kita harus menetapkan tujuan untuk apa kita berinternet dan pergunakanlah internet untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri kita.

Selanjutnya, Metha Margaretha selaku pemateri kedua membawakan tema “Bebas Namun Terbatas, Berekspresi di Media Sosial”. “Walaupun kebebasan berpendapat merupakan hak semua orang, namun kita perlu memperhatikan beberapa aspek, seperti menghindari beropini yang dapat menyulut perpecahan, mengetahui isu secara detail, serta memikirkan terlebih dahulu pendapat yang akan disampaikan”, pesan Metha.

Untuk pemateri ketiga, tema yang dibawakan adalah “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital” oleh Finneke Wolajan. Ia mengatakan bahwa ruang digital mempermudah masyarakat dalam menyampaikan pendapat namun penggunanya yang datang dari berbagai latar belakang dapat mengakibatkan terjadinya perbedaan pendapat sehingga berujung pertengkaran. Oleh karena itu, sebelum berpendapat di dunia digital kita harus memahami hal-hal seperti berikut ini, seperti menghindari opini yang bersifat provokatif, menyampaikan pendapat dengan sopan santun, serta tidak lupa untuk memahami UU ITE.

Adapun pemateri terakhir pada sesi hari ini adalah Muhammad Yunus dengan tema “Informasi dan Jejak Digital”. “Ketika anda memposting di internet, integritas Anda dipajang untuk dilihat seluruh dunia. Jadi berusahalah untuk bersikap etis, jujur, dan sopan”, ucap Yunus. Selanjutnya, ia menjelaskan mengenai bentuk-bentuk jejak digital, di antaranya riwayat pencarian, pesan teks, foto dan video, interaksi sosial media seperti menyukai dan membagikan, dan lain sebagainya.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh para peserta. Sebanyak 10 pertanyaan yang terpilih akan mendapatkan uang elektronik sebesar Rp 100.000. Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. Adapun, salah satu peserta, Rahmawati, bertanya mengenai bagaimana etika yang baik dalam berkomentar di media sosial. Menurut Metha, kita harus sopan dan juga memperhatikan perasaan orang lain dalam berkomentar. Apabila ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hati kita, lebih baik diam dan tidak perlu dituangkan dalam komentar.

Menurut Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.