Marketplus.id – Anak-anak generasi abad 21 tentu berbeda dengan anak-anak zaman dahulu. Kini anak generasi abad 21 dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang digunakan untuk menganalisis fakta, mengemukakan dan mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argumen serta memecahkan masalah.

Fitriana Nur Maghfiroh, Guru Bahasa Indonesia SMAN 4 Pasuruan, menjelaskan, berpikir kritis mendorong anak, terutama anak usia dini untuk menerima informasi, menganalisisnya, dan membuat penilaian tentangnya, dan semua hal ini membutuhkan imajinasi dan rasa ingin tahu.

“Ketika anak-anak menerima informasi baru, mereka mengisi semacam perpustakaan di dalam otak mereka. Mereka harus memikirkan tentang bagaimana informasi baru itu sesuai dengan apa yang sudah mereka ketahui, ataupun yang belum mereka ketahui,” terang Fitriana, dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021).

Berikut ini tips stimulasi berpikir kritis, seperti:

  1. Dorong anak untuk menjelaskan sesuatu. Bicaralah dengan anak tentang suatu hal yang terjadi dan dorong mereka untuk memanfaatkan pengetahuannya dan keterampilan penalaran mereka untuk memberikan penjelasan, serta alasan untuk membuat kesimpulan tentang hal tersebut.
  2. Dorong anak untuk dapat melakukan evaluasi Dorong anak untuk mengemukakan pendapat mereka sendiri tentang berbagai objek, peristiwa ataupun pengalaman, libatkan mereka untuk mengevaluasinya. Mintalah mereka untuk mengemukakan pendapatnya tentang hal tersebut.
  3. Beri komentar dan ajukan pertanyaan yang mendorong anak untuk membantu prediksi Ketika membacakan cerita, orang tua dan guru dapat meminta anak untuk menebak kelanjutan isi cerita sebelumnya menceritakannya dengan utuh, misalkan tanyakan pada anak.
  4. Dorong anak untuk dapat membangun hipotesis. Dorong dan berikan penguatan pada anak tentang hasil yang dia dapatkan dari kegiatannya.
  5. Dorong anak untuk dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Ketika anak menemukan masalah, ajukan pertanyaan seperti, “apa ide lain yang bisa kita coba?”

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (29/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Firda Hariyanti (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan ITSNU Pasuruan), Dhimas Dwi Nugraha (Dosen Bahasa Inggris Polinema), dan Mukhammad Kholil Subarkah (Pendiri Dolan Pasuruan) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.