Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Jombang, (29/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Nama Moderator, dengan menghadirkan 4 narasumber yaituMazidatul Faizah, Iis Hendro Gunawan, Aulia Siska, S.Sos, Asep Kambali, S.Pd., M.I.K  dan Fatma Ayu H., S.H., M.H. (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Ber Media Sosial Tanpa Cemas dan masing-masing narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 827 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Aulia Siska, S.Sos adalah sebagai orang tua bagaimana cara kita mengetahui anak kita pernah menonton video porno atau tidak, dan bagaimana cara kita mengetahui nya anak kita kecanduan hal tersebut. Kita sebagai orang tua bagaimana mengedukasi nya, dan supaya anak kita di media sosial melakukan hal positif dan tidak menjadi pelaku pelecehan di media sosial.

Aulia Siska mengatakan, “Masuk saja ke gawainya, lihat rekap jejaknya apa saja yang anak tonton. Lihat juga algortima, karena kalau sering menonton video porno akan terlihat apa saja informasi yang muncul. Keseringan melihat video porno, menjadi gugup, malas, menyendiri dan akan menjadi kecanduan. Kenali iklim pertemanan anak-anak kita”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.