Marketplus.id – Di masa ini semua tenaga pendidik dipaksa untuk beradaptasi dengan digital. Di mana sebelumnya digital merupakan suatu pembelajaran dan sekarang harus diterapkan baik bagi peserta didik ataupun tenaga pendidik itu sendiri.

Pada kenyataannya saat ini masyarakat Indonesia telah berada pada era digital. Dari seluruh aspek kehidupan, sekarang ini masyarakat tidak bisa lepas dari penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Kemudian, terjadinya perubahan pola pikir, sikap, dan tindakan masyarakat di era digital. Beberapa transformasi di era digital salah satunya terdapat pada bidang pendidikan.

“Sulitnya adalah bagaimana cara menjaga siswa atau anak didik menggunakan sistem informasi atau aplikasi supaya tidak disalahgunakan,” tutur Eli Sumantri, Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN Parung Ponteng dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di  wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (1/11/2021).

Menurutnya, kita sebagai pendidik sangat berperan penting dalam mewujudkan tujuan pemerintah di bidang pendidikan era digital ini. Pembelajara ini telah masuk ke dalam kategori yang bersifat informasi. Dalam hal ini siswa diarahkan untuk mencari tahu mengenai pelajarannya. Selain itu, pembelajaran diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (bertanya), bukan hanya menyelesaikan masalah (menjawab). Peserta didik di era ini dituntut untuk berpikir kritis, mampu bekerja sama, serta berkolaborasi.

Di era ini kita membutuhkan generasi yang tidak mudah terprovokasi. Apabila guru atau tenaga pendidik tidak memberikan kebebasan dalam bereskpresi mencari sumber pembelajaran, akan sulit nantinya untuk melatih cara berpikir peserta didik. Karena guru secara tidak langsung harus melatih peserta didik untuk bisa menyerap dan membedakan informasi yang baik dan tidak baik.

“Ini bisa terlaksana kalau guru juga bisa memahami. Jangan sampai ketika kita menyuruh peserta didik tetapi kita sendiri belum melek teknologi informasi,” imbau Eli.

Ia mengatakan, saat ini kita butuh generasi yang mampu untuk  membedakan hoaks. Adanya sistem informasi dan aplikasi sebenarnya merupakan sebuah alat bantu. Kita juga harus memberikan sosialisasi mengenai cara menggunakan internet atau teknologi yang sehat dan tidak berdampak negatif bagi peserta didik.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (01/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Ipan Zulfikri (Ketua RTIK Kota Tasikmalaya), Erri Gandjar (GA Director OZ Radio Bali), Chiara Chiasman (Co-Founder of Finest Sangjit), dan Clarissa Purba sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.