Marketplus.id – Anak kecanduan gadget bisa membuat proses tumbuh kembang tidak maksimal. Namun di masa pandemi, meningkatnya screen time alias waktu penggunaan gadget tidak bisa dihindari.

Menurut Khresnomurti Wisaksono, Quality Assurance Manager at Eveplate Cloud Kitchen, penggunaan gadget pada anak naik dua kali lipat sejak pandemi. Bahkan, rata-rata anak menghabiskan hingga empat jam menggunakan gadget, jauh di atas rekomendasi pakar yang hanya satu jam.

“Akan sulit bagi orangtua untuk mengurangi penggunaan gadget pada anak, terutama pada orangtua yang bekerja dari rumah,” ujar Khresnomurti, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (02/11/2021).

Meski begitu, bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Ada tiga tips untuk mengurangi screen time anak yang bisa dilakukan orang tua, seperti:

  1. Konsisten terapkan peraturan

Orang tua harus konsisten menegakkan peraturan pembatasan screen time. Jika anak hanya dibolehkan menggunakan screen time selama 2 jam, maka aturan tersebut wajib dijalankan di manapun, baik saat ayah dan ibu tidak ada di rumah, saat berkunjung ke rumah kakek dan nenek, maupun saat bertandang ke rumah sahabat. Dengan konsisten menegakkan peraturan, anak akan lebih kecil risikonya untuk merengek ketika jatah screen time habis. Tentu saja awalnya mereka akan marah. Anda merebut kesenangan mereka menonton video atau bermain game. Tapi ini adalah risiko yang harus ditanggung orang tua.

2. Beri anak pilihan

Anak tentu akan marah ketika screen time dibatasi. Di sini, orang tua wajib memberikan pilihan agar anak merasa memiliki kuasa terhadap aktivitas yang akan dilakukan selanjutnya. Bantu anak beralih dari menatap layar ke aktivitas fisik. Misalnya jika ia sedang menonton kartun, Anda bisa mengajaknya untuk bermain boneka dengan cerita yang dibangun sendiri. Memberikan batas waktu sebelum beralih ke kegiatan selanjutnya juga tindakan baik. Dengan begitu, anak memiliki keleluasaan dalam aktivitasnya. Jangan langsung matikan TV. Berikan peringatan 5 menit lagi waktu menonton selesai agar anak tidak tantrum.

3. Ajak main secara aktif

Solusi terakhir ketika perhatian anak sudah teralih dari gadget, adalah mengajaknya bermain secara aktif. Screen time tinggi bisa jadi buah dari kebosanan anak. Dengan melakukan permainan aktif, maka anak tidak akan bosan dan keinginan bermain gadget menghilang. Board games, bermain bola, atau bermain peran merupakan alternatif permainan aktif yang bisa merangsang ketertarikan anak dan menjauhkannya dari gadget.

Orang tua mungkin tidak selalu memiliki waktu dan tenaga untuk bermain secara aktif dengan anak, terlebih di masa pandemi. Jika ini terjadi, Anda bisa mengatur waktu play date atau bermain bersama dengan orang tua lain secara bergantian.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (02/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Dirga Romadhoni (Konsultan Industri Kecil Menengah), Jebi Busnaldi (Agent of Peace and UMKM Consultant), Syaifu Rachman (Praktisi Trader Saham Forex dan Gold), dan Winendi sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.