Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Lamongan, (02/11).
Acara dipimpin oleh Moderator, Lilies Rolina S.sos,MM, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Royyan Nobeel, Nafis Zamani Alfiansyah, M. Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom dan key opinion leader (KOL) Rayi Putra (RAN).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Ciptakan Prestasi Di Era Digital” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 474 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Royyan Nobeel adalah bagaimana agar kita tidak merasa minder atau merasa terbelakang dengan peserta lain? Kadang jika kita masih belum memahami yang lain sudah memahami, merasa putus asa.

Royyan Nobeel mengatakan, “Kita harus tetap merasa sama dengan yang lain, kita juga harus berlatih. saya ada pengalaman membina teman-teman magang, mereka merasa minder dengan mereka yang berasal dari kota besar. Saya coba berikan pengertian bahwa terkadang dari kota besar, skillnya juga sama dengan kita. Kalau kita belajar tetap belajar dan fokus pada apa yang menjadi kelebihan kita, niscaya kita akan  tetap pada koridor”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.