Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (3/10).

Acara dipimpin oleh Moderator, Adelia Rahmawati Putri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Septa Resistor, S. Psi., C.H., C.Ht., Sawitri Wulansari S.Psi, MM, Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M., Indriyatno Banyumurti dan Alrido Pradanar,SH (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah media sosial cerminan diri kita dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 228 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Indriyatno Banyumurti adalah membuat password  agar tidak mudah lupa, karena password manager juga jarang dibuka, kalo itu lupa juga gimana? Lalu bagaimana tentang keamanan 3rd party password manager ini? Adakah brand yang bapak sarankan?

Indriyatno Banyumurti menjelaskan, “Caranya adalah dengan cara memproteksi juga melalui finger prints sehingga selain mengingat password tersebut namun juga bisa tersimpan secara otomatis dengan finger prints kita. Pergunakan password manager yang banyak digunakan atau di rekomendasikan. Keamanan terkadang berbanding terbalik dengan kenyamanan.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.