Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Bojonegoro, (4/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, CHt, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nisfu Asrul Sani, Bangun Setiyawan Nugroho, M.Pd, Soni “ammho” Mongan, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan key opinion leader (KOL) Deddy Huang.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Protect Copyright In Digital World” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1.811 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Deddy Huang adalah “Setelah saya mengamati semua pemateri khususnya mengenai hak kekayaan intelektual. Kita tidak diperbolehkan secara langsung menggunakan karya orang lain dengan tujuan komersil. Namun kita boleh menggunakan hanya untuk pribadi saja,   apakah juga diperbolehkan mencontoh gambar orang lain agar kita membuat gambar yang baru namun dengan ide sama? Sehingga tidak secara langsung menggunakan karya yang asli”

Deddy Huang mengatakan, “Bisa dilihat dulu, karya apa dulu yang dimaksud. Untuk gambar, misalnya, kita bisa terapkan prinsip ATM (amati tiru modifikasi). Kita bisa mencontoh formasi dari foto karya orang lain sebagai proses belajar dan upgrade kemampuan diri. Hal ini masih sah-sah saja kalau tidak digunakan untuk kepentingan komersil.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.