Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (5/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Rusdiana Kusumadewi, S.S, Royyan Nobeel, Dr. Havid Han, M.M., Akhmad Firmannamal, Ph.D. dan Praseno Nugroho.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Tips Jitu Hindari Konflik Di Sosial Media” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 880 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Dr. Havid Han, M.M., adalah Bagaimana cara menjaga keselamatan anak di ranah online pada zaman yang sudah modern saat ini ? Serta bagaimana langkah kita agar dapat terhindar dari konten negatif  sehingga kita dapat disebut orang yang ber-Etika dalam dunia digital/online ?

Havid Han menjelaskan, “Keselamatan anak di dunia online. Riset UNS, hanya 26% orang tua terlibat di pendampingan anak usia dini dalam penggunaan media digital. Anak belum terlalu mahir membawa kendaraan, tidak akan tega kita lepas ke jalan raya. Potensi resiko besar sekali. Dampingi, arahkan saat beraktivitas di media sosial.

Untuk terhindar dari konten negatif, saat ada di medsos, kita bisa pilh mau menjadikan medsos sebagai sarana apa? Ada algortitma, kita sering interaksi dengan akun apa? Ya itulah yang disuguhkan ke kita. Banjiri akun dengan hal positif dan edukatif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.