14 Juli 2024

Marketplus.id – Sejak pandemi aktivitas internet anak menjadi lebih sering dari sebelumnya, bahkan anak kini memiliki gawai untuk bisa mengakses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Penggunaan internet pada anak tentu harus ada batasannya, untuk mencegah hal negatif internet di samping mengambil manfaatnya.

Menurut Ervita Delima Sari, Sosial Media Specialist PT Pos Indonesia, peran orang tua dalam memberikan ajaran tentang keamanan internet pada anak sangatlah penting. Perlu adanya hubungan yang berkualitas dan penuh kasih sayang antara orang tua dan anak untuk membentengi anak dari paparan negatif internet.

“Hal tersebut bisa dibangun melalui komunikasi yang terbuka antara anak dan orang tua, serta membiarkan anak untuk bisa mengemukakan pendapatnya,” ujar Ervita, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).

Ia menambahkan, orang tua perlu melek digital, termasuk mengetahui cara mengatur parental control dan fitur proxy (VPN). Orang tua perlu menjadi role model atau contoh bagi anak dalam pemakaian internet yang sehat.

“Bila orang tua melarang anak memakai gawai di ruang tidur dan ruang keluarga, maka orang tua harus melakukan hal yang sama,” terangnya.

Lanjutnya, begitu juga menempatkan meja makan sebagai tempat orang tua bekerja sibuk dengan laptopnya, sementara anak dengan gawainya. Orang tua dan anak mesti memiliki kesepakatan tertentu agar penggunaan internet menjadi aman dan nyaman.

“Rasanya di zaman sekarang nggak bisa seperti zaman dulu, anak bila diberi tahu orang tua akan diam. Makanya yang paling efektif untuk kemamanan internet anak adalah dengan menjadi contoh,” tuturnya.

Ia menjelaskan, orang tua dapat menjadikan waktu komunikasi sebagai sarana edukasi, yakni dengan cara menjadi teman yang asik bagi anak. Lalu di sela-sela waktu bersama, sempatkan memberi pengetahuan mengenai bahaya predator anak di internet, ujaran kebencian, dan cyberbullying.

“Selanjutnya orang tua juga perlu menemani anak saat mengakses internet sambil memberikan edukasi situs mana yang berguna dan bermanfaat,” ucapnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Silvia (CFO at IMS Indonesia), Eflina N.F. Mona (Professional Master of Ceremony & Public Relation Binus University), NS. Siti Riskika (Dosen Tetap Program Studi DIII Keperawatan Universitas Bondowoso), dan Rinanti Adya Putri (Operations Executive di ZALORA Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *