Marketplus.id – Saat informasi pribadi makin mudah tersebar di dunia maya, harus makin tahu hak-hak privasi yang menempel pada diri kamu. Jangan sampai ada yang berani melanggar.

“Ada banyak kasus privasi yang bisa kita baca di media massa dan media sosial. Mulai dari kasus pencurian data di Facebook, penjualan data pribadi dan data finansial ke telemarketing kartu kredit, sampai penyebaran identitas KTP,” ungkap Abednego Tambayong, Founder Abed Azarya & Team, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).

Ia menjelaskan, dengan semakin besarnya interaksi manusia dan canggihnya teknologi komunikasi, ada empat privasi yang melekat pada diri manusia.

“Empat jenis privasi ini pun sudah menjadi pegangan para ilmuwan sosial saat berbicara soal privasi,” ujarnya.

Berikut ini empat jenis privasi, seperti:

  • Solitude

Bisa diartikan kesendirian. Ini adalah hak tiap individu untuk menyendiri atau tidak diganggu oleh orang lain atau berada dalam pengamatan orang lain.

  • Intimacy

Hak untuk merasakan keintiman bersama orang terdekat, misalnya teman atau pasangan, tanpa gangguan orang lain yang tidak diinginkan.

  • Anonymity

Ini adalah kebebasan untuk berada di ruang publik tanpa harus teridentifikasi atau diawasi orang yang tak diinginkan. Hak privasi ini biasanya sangat minim dimiliki para selebritas dan tokoh terkenal. Ke mana pun mereka pergi; sekadar makan malam atau nongkrong di kafe, pasti selalu diintai para paparazzi.

  • Reverse

Hak privasi untuk membatasi komunikasi atau informasi tentang dirinya, atau seseorang kepada orang lain, berdasarkan kesepakatan di antara mereka. Ini artinya, kalau kamu dicurhatin soal masalah pribadi sekali oleh teman kamu, jangan jadi ratu gosip dengan menyebarkannya ke orang lain.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Keke Michelle Awuy (Tenaga Ahli DPR RI), Tino Agus Salim (Profesional Trainer & Motivator), Albiruni Haryo (Dokter Hewan & Owner Satwa Sehat), dan Sukma Ningrum (Content Creator) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.