Marketplus.id – Di era digital seperti sekarang ini, internet sudah menjadi hal yang tidak asing dan tidak bisa terlepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Internet merupakan jaringan terluas dalam sistem teknologi informasi yang memungkinkan perangkat di seluruh dunia untuk saling terhubung. Jaringan internet dapat diakses publik yang mengirimkan data menggunakan standar Protokol Internet (IP).

Informasi yang tersebar di internet dapat diakses melalui jaringan world wide web (www) baik dalam bentuk teks, musik, foto, video, atau apa pun. Salah satu tantangan besar dalam menghadapi perkembangan zaman di internet ini adalah mengakses baik itu informasi, media sosial, berita, dan sebagainya di internet dengan aman.

“Mengingat hal tersebut maka penting untuk kita memperhatikan internet safety. Internet safety merupakan sebuah bentuk keamanan saat mengakses internet. Hal ini meliputi tindakan dari pengguna dalam mengatur dan mengontrol akses mereka dalam internet. Sebagai orang yang berada di tengah arus perkembangan teknologi, paling tidak kita harus mengerti mengenai hal penting ini,” ungkap Olpie Puspitasari, News Presenter JTV, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021).

Ia menambahkan, seperti yang diketahui berbagai macam kejahatan bisa terjadi melalui internet,untuk itulah keamanan internet menjadi sesuatu yang sangat penting dan tidak bisa disepelekan.

“Banyak ancaman buruk yang dapat terjadi ketika mengakses internet. Salah satunya adalah kebocoran data atau informasi pribadi. Sebisa mungkin jangan mudah memberikan informasi pribadi kepada siapapun. Ada baiknya jika membaca terlebih dahulu informasi yang lengkap, misalnya term of service dari layanan yang dipilih,” paparnya.

Ia menjelaskan, dari informasi yang bocor atau dicuri tersebut,memungkinkan untuk disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab yaitu penipuan. Misalnya phishing yaitu penipu menyamar sebagai sumber terpercaya dalam upaya mendapatkan informasi pribadi seperti kata sandi dan informasi kartu kredit.

Selain itu penipuan pencucian uang, penipuan pinjaman dari bank, penipuan lotere,hadiah,dan masih banyak lagi. Oleh karena itu penting untuk kita waspada dalam memberikan informasi kepada siapapun dan jangan mudah percaya sebelum tahu kebenarannya.

“Ancaman lain yang kerap terjadi di dunia internet adalah cyberbullying. Bullying menjadi sesuatu yang sudah tidak asing lagi khususnya di Indonesia sendiri. Pornografi juga menjadi ancaman yang seringkali ditakutkan orang tua khususnya kepada anak yang masih dibawah umur,” ucapnya.

Melihat banyaknya ancaman yang dapat terjadi, maka dari itu perlu memperhatikan beberapa kiat agar tetap aman dalan berinternet, seperti:

  1. Gunakan kata sandi yang unik dan rumit untuk semua media sosial. Memilih frase yang merupakan kombinasi antara huruf besar dan kecil, angka dan simbol merupakan hal yang ideal dan tidak selalu merupakan hal yang rumit.
  2. Lebih selektif dalam menerima permintaan berteman di media sosial. Mungkin sebagian orang menganggap permintaan pertemanan di media sosial adalah hal sepele, namun hal tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk tidak membiarkan siapa saja masuk dan mengakses informasi pribadi kita.
  3. Validasi link mencurigakan. Jangan pernah asal meng-klik link yang mencurigakan karena bisa jadi itu adalah halaman log in palsu buatan hacker. Situs palsu membuat pengguna bisa saja terjebak phishing seperti yang sudah dijelaskan diatas, yaitu upaya penipuan data pribadi melalui link. Selalu pastikan link yang diakses adalah link resmi.
  4. Sebaiknya tidak menginstal aplikasi secara sembarangan. Sebagai pengguna smartphone yang bijak alangkah baiknya jika kita hanya menginstal aplikasi pada sumber terpercaya.
  5. Verifikasi berita sebelum dibagikan. Mungkin sudah menjadi kebiasaan orang-orang jika menerima informasi atau berita terbaru langsung dibagikan kepada yang lainnya. Namun, hal ini tentu kurang tepat karena belum tahu jelas apakah konten yang dibagikan itu baik, terverifikasi, atau berhubungan dengan orang yang dibagikan.
  6.  Lindungi informasi pribadi dan sensitif misalnya alamat lengkap,detail bank,kata sandi,nomer akun yang diminta melalui e-mail atau media sosial. Terakhir, selalu berpikir sebelum membagikan atau memposting sesuatu karena dikhawatirkan dapat menyinggung atau menyakiti seseorang atau bahkan sebagian orang.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Jumat (05/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Habibi (Direktur PT. Media Tama Nusantara), Farisi (Ketua PC IPNU Sampang), Ali Mashuri (Founder Loma Group), dan Eka Tura Johan (TV Presenter & Profesional MC) sebagai Key Opinion Leader.