Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (6/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Adelia Rahmawati Putri, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Fauzul Aliwarman, SHI, M.Hum., Teddy Prima Anggriawan, S.H, S.Sos, M.Kn., Rovien Aryunia, S.Pd, M.PPO, M.M., Pradipta Nugrahanto, dan Gery Ardian  (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Muda Kreatif Dengan Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 238 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Fauzul Aliwarman, SHI, M.Hum  terkait digital skill, teman kerja yang kurang cakap dalam menggunakan teknologi maupun software sehari-hari (Excel atau Word)? Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?

Fauzul Aliwarman mengatakan, “Sebagian dari akademisi memang ada yang belum mengetahui ada juga yang sudah cakap. Kemudian dibantu untuk lebih cakap digital dengan memperkenalkan dan berbagi informasi terkait dunia digital sehingga tidak tertinggal dalam dunia digital. Apabila mengalami ketertinggalan bisa untuk belajar kepada orang atau teman yang lebih mahir”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.