Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kota Surabaya, (8/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Agus Setiawan, Bawinda Lestari, Ulil Albab, M Yusuf Satria,   dan Timothy Marbun.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Pentingnya Jejak Digital Yang Baik dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1303 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Ulil Albab adalah “Bagaimana cara menegur orang yang dalam bermedia sosial kurang memperhatikan aspek etika dan netiket sehingga dia terkadang menyinggung perasaan orang lain?”

Ulil Albab menjelaskan, “Yang perlu diperhatikan siapa lawan berbicara atau berinteraksi. Misalnya, lebih tua dari kita, maka kita harus menggunakan etika dan netiket yaitu dengan mengirimkan berita yang benar atau yang bukan hoax. Lalu, kita ingatkan jika kita memiliki UU ITE. Kemudian, di medsos, jangan ingatkan di kolom komentar, maka laporkan saja ke pihak atau platform medsos untuk di-take down. Ingat, jangan permalukan orang di muka umum, dengan menyampaikan secara pribadi bukan di kolom komentar atau grup”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.