Marketplus.id – Masyarakat dalam menerima informasi dibantu banyak media massa, birokrasi dan komunitas. Media massa elektronik, radio, televisi juga internet dan lain-lainnnya.

Dari birokrasi ada dinas Komunikasi dan Informatika, pranata Hubungan Masyarakat. Sementara untuk jalur komunitas dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), kelompok strategis, dan juga media tradisional.

Sahrul Gunawan, Wakil Kabupaten Bandung melihat kini di beberapa wilayah di desa sudah terdapat KIM dan banyak anak muda yang ingin turut serta. Di dalamnya mereka bisa memproduksi berita sendiri, mengaktualisasikan diri, implementasikan ilmu dengan teknologi. Kepiawaian dalam hal mereka bisa menjadi wartawan di daerah.

“Pertanyaannya juga cukup berbobot, sekarang ini juga bagus membudayakan komunikasi yang baik di masyarakat dan menyampaikan pemberdayaan masyarakat di bidang informasi dan komunikasi. Ini memang mendorong berbagai kelompok masyarakat untuk mendayagunakan informasi agar memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat khususnya di desanya,” ungkap Sahrul dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) pagi.

Penting juga meningkatkan kesadaran akan informasi dan peningkatan aksesbilitas alat informasi. Contohnya, beberapa desa di Kabupaten Bandung berlomba-lomba untuk mempromosikan desa wisata. Meskipun memang masih banyak juga yang melakukan dengan strategi yang sejenis, tidak dibarengi dengan konsep baru. Tetapi, Sahrul merasa senang melihat hal ini. Belum lagi dengan ide-ide dari formasi masyarakat dan hal-hal kecil yang memang kaitannya dengan promosi di sosial media.

“Saya pikir di gedung budaya Sabilulungan itu perlu dibuatkan satu konsep sebagai stopover yang bisa mengurangi kemacetan menuju ke Ciwidey misalnya dengan apa mengkombinasikan satu tempat budaya juga geliat ekonomi yang yang sekiranya ini juga perlu perlu ada,” ungkapnya.

Tempatnya luas dengan lahan luas dapat dimanfaatkan. Dia mengibaratkan konsep seperti kampung Tenda Semanggi di Jakarta. Jadi, ada kedai UMKM untuk penarik massa dan tidak ketinggalan pagelaran budaya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Ridwan Rustandi (Relawan TIK), Ismita Saputri (CEO Kainzen Room), Nandang Kuswara (Sekretaris Dinas Kabupaten Bandung), dan Winda Ribka sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.