20 Juni 2024

Marketplus.id – Cakap dalam bermedia digital itu harapannya adalah kita dapat bijak menjadikan media digital sebagai wahana kehidupan sehari-hari. Pentingnya digital skill atau kemampuan kemampuan perseorangan untuk menggunakan perangkat lunak dan keras teknologi informasi serta sistem informasi operasional digital.

Deni Afne, Kepala Sekolah SMA Al-Ghazaly Bogor, digital skill paling dasar contohnya dalam mencari informasi di internet. Mesin pencarian Google yang paling dikenal di dunia termasuk di Indonesia. Melalui Google, banyak hal yang bisa kita cari tahu, membantu kita dalam kesulitan menjawab sesuatu. Digital skill lainnya yakni bagaimana seseorang dapat menjaga perangkat digitalnya agar terhindar dari Malware.

“Semacam aplikasi yang dapat merusak, dia memasuki komputer memasuki program tanpa izin pemilik dan ini merupakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh si pemilik komputer atau juga HP. Karena bisa merusak bahkan bisa lebih daripada itu,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) siang.

Email yang sering menjadi pintu masuknya malware, maka jangan mengakses dan mengunduh file dari situs berbagi file. Artinya kita mengambil mengakses yang dipercaya saja, yang jelas dan bertanggung jawab. Tidak mengunduh, tidak salah mengambil karena bisa jadi ini adalah jebakan. Sekarang dengan hal-hal yang tidak disadari sebelumnya.

Begitu juga kalau ada tawaran, promosi-promosi tidak dipercaya. Harus cakap juga dalam berhati-hati untuk keamanan perangkat.

“Ketika ada yang menelepon ke HP kita dan nomornya belum disimpan, abaikan khawatir ini pintu dari Malware atau khawatir ini pintu dari penipuan. Harus waspada harus hati-hati di dalam menjaga barang-barang milik kita di dalam digital agar aman,” jelasnya.

Selain itu, para pengguna internet juga harus cakap untuk melindungi data diri dan privasi. Kita berkewajiban menjaga diri kita di ruang digital agar tidak dirugikan dalam bentuk apapun. Melindungi orang di sekitar kita juga karena apabila data dori kita sudah diambil orang lain bukan hanya kita yang merasakan kerugiannya namun juga keluarga bahkan teman teman di media digital kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Theo Derick (Entrepreneur), Hani Purnawanti (Relawan TIK Indonesia), Sugiarti (Fasilitator Edukasi4id), dan Clarissa Purba sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *