Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Kediri, (12/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Vio Annisa, S.Pd., CPS®, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES, M. Faisol Teguh Fahmi, Ulil Albab, Tio Utomo dan Praseno Nugroho  (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Stop Oversharing dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 184 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber M. Faisol Teguh Fahmi adalah Bagaimana   dengan kondisi multi-culture tentang ranah demokrasi dibawa ke arah digital? Dan bagaimana kita sebagai generasi muda dalam membantu keberhasilan program ini? Demokrasi seperti apa yang kedepannya bisa diwujudkan dengan adanya perkembangan teknologi yang pesat ini?

  1. Faisol Teguh Fahmimenerangkan, “Kalau kita membahas demokrasi, mau tidak mau kita harus menekankan pada kebebasan berpendapat tiap individu. Artinya ketika pendapat ini konstruktif dan sesuai dengan permasalahan yang ada bisa dimanfaatkan untuk menjadi aspirasi yang membangun bagi kebijakan public”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.