Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Kota Surabaya, (12/11).

Acara dipimpin oleh Diyah Wahyuningtyas, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Arief Budiono, S.T, M.M., Nur’annafi Farni Syam Maella, S.I.Kom, M.I.Kom., Aulia Siska, S.Sos., Akhmad Firmannamal, Ph.D., dan Rayi Putra (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Stop Oversharing dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 163 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Aulia Siska, S.Sos adalah, Apakah oversharing dengan tujuan  baik dapat dibenarkan?

Aulia Siska mengatakan, “Kembali bahwa klaim yang disampaikan ini karena membaca literatur atau berdasarkan bukti, maka itu merupakan semacam edukasi untuk saya atau penyandang gangguan mental lain. Jika yang disharekan adalah informasi dari ahli mengenai hal tersebut. Namun jika yang di share hanya foto ketika dia mendatangi klinik itu Namanya oversharing. Intinya, oversharing tidak diperbolehkan karena untuk melindungi diri kita dari kejahatan dan rekam jejak digital kita”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251

kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.