Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Jember, (13/11).

Acara dipimpin oleh Moderator Vio Annisa, S.Pd., CPS®.., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Habib Salim, S.Si., Nyoman Aribowo, S.Pt., Rovien Aryunia, S.Pd., M.PPO., M.M., Tio Utomo., dan Anelies Praramadhani.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat Adalah Masih Adakah Privasi Di Dunia Serba Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 97 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Habib Salim, S.Si., adalah Saat ini pemerintah sudah gencar memberikan informasi/pembelajaran literasi digital kepada masyarakat guna mengajak masyarakat melawan konten negatif seperti menjaga identitas digital, hoax dsbnya di media sosial. Namun, pada kenyataannya masih banyak konten negatif yang bisa ditemui. Apakah media sosial akan sepenuhnya bisa terbebas dari konten negatif dan menjaga identitas digital?

Habib Salim menjelaskan, “Jika 100% hilang tidak mungkin, karena sifat manusia memang terbentuk dari postif dan negatif. Adalah tugas kita semua untuk menjaga positivitas itu untuk membangun kegencaran produktif dan konten positif. Jika hanya seseorang yang menyampaikan hal-hal positif, maka tidak akan bisa signifikan. sehingga, kita harus bersama-sama mengerjakan tugas kolektif untuk membangun ruang digital yang lebih positif”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.