Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasuruan, (16/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Lilies Rolina S.sos,MM, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Nur Aini Rakhmawati, PhD., Ratna Nurwindasari, M.Psi.,Psikolog, Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Bagaskoro, S.Kom., MM. dan key Praseno Nugroho (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Literasi Digital Dimulai Dari Sekarang dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1175 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Bagaskoro, S.Kom adalah   manfaat VPN secara garis besar terkait dengan keamanan, apakah setiap kita berselancar di internet wajib menggunakan VPN? Atau kita harus menggunakan VPN dalam hal apa saja?

Bagaskoro mengatakan, “Tidak selalu harus menggunakan VPN, selama berselancar berperilaku aman. Artinya tidak menggunakan aplikasi yang sifatnya financial, mobile banking, dll. Saat menggunakan WIFI kita harus waspada degan konten apa yang kita akses. VPN itu tetap aplikasi, suatu saat juga akan bisa using, bisa diterobos, dimanipulasi oleh aplikasi lain yang tujuannya untuk membobol VPN”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.