Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Gresik, (17/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Zafirah Aurelia Budiman, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Slamet Sucahyo, Moch. Sajoang, Khelmy K. Pribadi, M. Si, Akhmad Firmannamal dan Nathania Ingrid Hendradi (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Menumbuhkan Literasi Digital Dalam Keluarga dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1069 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Moch. Sajoang adalah  mengenai dampak negatif salah satunya konten sensitif, bagaimana cara mengedukasi anak agar tidak terjerumus pada konten negatif dan pornografi? dan adakah tips untuk para orang tua agar gadget bersih dari konten pornografi seperti itu?

Moch. Sajoang menerangkan, “Untuk mengatasi pornografi, cyberbullying, ujaran kebencian, hoax, dan kecanduan game online, cara yang paling mudah adalah kita bisa dapat memberikan contoh yang baik karena ini hal yang paling efektif yang dapat menjadi suatu kebiasaan di lingkungan kita. Selain lingkungan fisik, lingkungan digital tentu juga perlu dibersihkan. Berhenti like, comment akun yang menyebarkan gosip, hoax, bully, dan informasi-informasi yang berkonteks negatif. Biasakan memberikan kepada pengawasan ke anak, jangan sampai anak main hape lalu dia mojok yang kemungkinan dia sedang membuka konten negative”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.