Marketplus.id – Forex, atau juga dikenal Valas, merupakan salah satu instrumen investasi atau trading yang dikenal memiliki risiko bagi para trader yang berkecimpung di dalamnya. Namun demikian, hal ini tidak menyurutkan minat para trader untuk melakukan aktivitas trading forex.

DT Yunanto, Co-Founder AutoSultan Komunitas AutoTrading Forex, menjelaskan, ada berbagai alasan mengapa banyak orang kini melirik trading forex sebagai sumber penghasilan tambahan maupun pekerjaan utama.

“Forex memang merupakan jenis instrumen yang menarik perhatian banyak pihak baik investor maupun publik pada umumnya,” ujar Yunanto, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021).

Berikut adalah kelebihan trading forex dibandingkan instrumen investasi lainnya:

  • Fleksibilitas Tempat: Dapat Dilakukan di Mana Saja

Kelebihan trading forex yang pertama adalah sifatnya yang fleksibel. Trading forex adalah aktivitas yang dapat dilakukan secara online. Transaksinya pun dilakukan bisa melalui komputer, laptop, tablet, maupun smartphone. Trader pun bisa melakukan transaksi dengan aplikasi yang disediakan oleh broker. Dengan adanya internet, kini trading forex sangat terjangkau dan bisa dilakukan di manapun. Inilah kelebihan pertama melakukan trading forex.

  • Fleksibilitas Waktu: Dapat Dilakukan Kapan Saja

Pasar Forex, adalah pasar yang transaksinya dilakukan dalam skala global. Berbeda dengan pasar keuangan lain seperti saham yang hanya buka sesuai jam kerja biasa, pasar forex buka 24 jam sehari, hanya hari Sabtu dan Minggu, pasar tutup. Dengan terbukanya waktu perdagangan 24 jam non-stop, 5 hari seminggu, artinya, sebagai trader forex, Anda akan bisa mengatur waktu trading sendiri. Jika Anda lebih suka bekerja di pagi hari karena memiliki pekerjaan utama lain; tidak menjadi soal, Anda bisa trading forex pada malam harinya.

  • Likuiditas: Dapat Bertransaksi Kapan Saja

Kelebihan trading forex selanjutnya masih berhubungan dengan fleksibilitas waktunya, namun dalam hal ini dilihat dari tingkat likuiditas atau ketersediaan dana dari instrumen forex itu sendiri. Tingkat likuiditas tentunya mempengaruhi fleksibilitas transaksi. Pasar forex adalah pasar keuangan terbesar dan paling likuid. Pasar forex memiliki tingkat likuiditas atau ketersediaan dana yang tinggi.

  • Affordability: Bisa Dengan Modal Terbatas

Dalam trading forex, dikenal adanya sistem margin dan leverage. Sistem ini memungkinkan broker untuk meminjamkan dana secara proporsional dengan jaminan dana yang diberikan oleh trader. Leverage memungkinkan Anda untuk membuka posisi perdagangan lebih besar dari kekuatan uang Anda seharusnya. Ini artinya leverage dapat memberikan potensi return yang lebih besar.

  • Efektifitas: Biaya Transaksi Yang Relatif Rendah

Selain dari leverage, ada satu lagi faktor lain yang membuat forex menjadi instrumen yang cocok bagi investor dengan modal terbatas. Persaingan bisnis antar-broker pun membuat biaya komisi trading menjadi semakin rendah dan kompetitif.

  • Profitabilitas: Peluang Keuntungan Dua Arah

Trading forex dilakukan dalam pasangan mata uang. Misalnya dalam pasangan EUR/USD: transaksi “buy” berarti membeli Euro sekaligus menjual Dolar AS, sedangkan transaksi “sell” berarti menjual Euro sekaligus membeli Dolar AS.

  • Fasilitas: Edukasi Forex Tersedia Gratis

Broker forex umumnya menyediakan fasilitas trading berupa akun demo trading. Dengan sistem ini, siapa pun dapat belajar dan berlatih persis seperti trading forex yang sesungguhnya, namun terlepas dari risiko kerugian. Dana yang digunakan dalam akun demo hanyalah virtual atau mainan saja. Fasilitas ini pun diberikan secara cuma-cuma oleh broker.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Rabu (17/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Ervita Delima Sari (Social Media Specialist PT Pos Indonesia), Warahatsangka (Marketing & Sales Manager at PT Air Raya Indonesia), Muhammad Alvin Al Huda (CEO CV. Huni Raya Group), dan Meitha Kurniasari (Experienced Secretary to BOD) sebagai Key Opinion Leader.