Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Bojonegoro, (18/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, CHt, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Anjani Amitya Kirana, BES, Rasmadi,M.Pd, M. Alvin Nur Choironi, Bagaskoro, S.Kom., MM dan key opinion leader (KOL) Josaphat Klemens. ST.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah “Bersama Lindungi Data Pribadi Di Platform Digital” dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 819 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Josaphat Klemens. ST adalah mengenai video oversharing ke media sosial yang sangat rentan untuk kebocoran data pribadi kita. Namun sebagai influencer kebanyakan dituntut untuk sharing kegiatan sehari-harinya oleh netizen dan sharing dapat juga menaikan engagement influencer tersebut di media sosial, bagaimana jika seperti itu? Dan hal apa yang harus kita hindari saat melakukan sharing di media sosial supaya bisa terjaga privasinya?

Josaphat Klemens menjelaskan, “Sebagai influencer, postingan mampu meningkatkan engagement. Namun ketika berhubungan dengan privasi keluarga, sebaiknya jangan berlebihan. Jika dalam kadar yang wajar sebagai konten sih boleh. Tapi tetap berkesadaran ya. Alangkah lebih baik jika postingan bisa menginspirasi dan memberikan manfaat bagi orang lain”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.