Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Bojonegoro, (19/11).

Acara dipimpin oleh Moderator, Luana Yunaneva, S.I.Kom., CPS®, CHt, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Royyan Nobeel, M. Zainudin, Ulil Albab, B.Sc. (Hons) Muhammad Yusuf Satria,MBA, MM dan Nafa Adrian (KOL).

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Literasi Digital Perluas Potensi Indonesia Di Ruang Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 679 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Yusuf Satria adalah Bagaimana cara membangun awareness untuk think before posting di lingkungan sekitar kita supaya terhindar dari rekam jejak digital yang negatif? Selain itu bagaimana caranya jika salah satu akun kita dibajak dan di hack orang lain dan membuka situs/aplikasi yang mengarah ke negatif sehingga membuat rekam jejak digital kita buruk. Apa yang harus kita lakukan?

Yusuf Satria menerangkan, “Saat ini ada UU ITE yang keras ancamannya terhadap pengguna internet. Belum lagi calon perusahaan yang kita lamar, calon pasangan, keluarga, dan lingkungan kita berusaha untuk mencari siapa diri kita belalui internet. Jadi kita harus hati-hati saat menggunakan internet. Sementara kalau akun kita di-hack, coba cari pengaturan pengamanan pada penyedia layanan aplikasi, laporkan, dan klarifikasi bahwa akun kita sedang di-hack. Dengan begitu, penyedia layanan bisa memahaminya”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.