Marketplus.id – Kehidupan masyarakat kini telah banhak dipermudah dengan bantuan teknologi. Aktivitas online yang begitu akrab dengan teknologi ini menjadi sebuah momentum, ditenggarai kondisi pandemi saat hampir setiap orang mengandalkan internet untuk tetap produktif.

Asyraf Ilmansyah, Data Scientist & Analyst BRI mengatakan, berbagai saluran digital seperti email, media sosial, marketplace dan Google Ads menjadi sarana berkomunikasi. Di antaranya dipergunakan untuk rapat virtual di tengah kondisi pandemi Covid-19. Termasuk dalam hal storage penyimpanan data, serta digunakan di dunia design

“Dengan memanfaatkan saluran digital ini, peluang menjadi terbuka untuk pengusaha dan pekerja digital,” saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat I, pada Selasa (23/11/2021).

Seperti halnya juga bagi para IT developer, influencer, visual designer, digital marketer, seller via digital channel sampai investor saham atau trader. Kemudian berbagai lini usaha seperti food & beverage yang dapat memperluas usahanya lewat media sosial.

Begitu juga di bidang peternakan dan kosmetik dapat melakukan branding di media sosial. Serta bidang EO atau event organizer dalam melakukan pekerjaannya lewat memadukan acara offline dan memakai Instagram LIVE.

Namun dia juga mengingatkan, bahwa pemanfaatan saluran digital dengan maksimal juga memiliki risiko. Sebabnya setiap orang tetap harus menjaga data pribadi di internet. Caranya yaitu dengan membuat password yang sulit, jangan memberikan informasi data pribadi yang terlalu detail, memperhatikan akses yang diminta oleh aplikasi, hingga setting semua privasi akun media sosial yang digunakan.

Webinar Literasi Digital di Kota Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Asep Jamal, PLT Kepala Sekolah SMAN 7 Bekasi, Acep Hadi, Wakasek Kurikulum SMAN 7 Bekasi dan Nyimas Indriana, Food & Beauty Enthusiast.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.