Marketplus.id – Platform digital semakin beragam, salah satunya Instagram sebagai platform berbagi foto dan video. Namun, di samping itu, Instagram menyediakan berbagai peluang bagi kita untuk menghasilkan uang. Bagi Ferdiansyah Alifurrahman sebagai Key Opinion Leader, Instagram adalah lapak berjualan tanpa toko, tetapi kita tetap butuh strategi dalam berjualan di platform tersebut.

Pertama, menentukan target pasar. Caranya dengan mengetahui produk apa saja yang sedang diminati dan dibutuhkan bahkan untuk jangka panjang. Target pasar ini penting kita lakukan agar bisa menentukan metode promosi. Kedua, buat akun khusus bisnis. Dengan demikian, usaha lebih mudah dikelola dan dicari oleh pembeli. Jangan menggunakan Instagram pribadi sebagai akun jualan.

“Menjalankan akun bisnis harus komitmen dengan rajin posting dan promosi, sehingga followers dan pembeli bisa berdatangan,” ujar Ferdi dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (23/11/2021).

Ketiga, buat konten yang menarik. Konten ini bisa berbentuk foto atau video produk. Ini perlu diperhatikan agar visual dari produknya mampu memikat pembeli. Keempat, memiliki banyak followers. Seperti yang telah disebutkan, akun jualan itu butuh followers agar bisa menarik kepercayaan pembeli lainnya.

Namun, perlu diperhatikan kita tidak boleh menggunakan cara curang seperti membeli followers. Menurut Ferdi, followers bisa ditingkatkan secara bertahap dengan membuat konten yang menarik. Kelima, gunakan hashtag yang tepat agar postingan kita banyak dilihat orang. Hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan hashtag ini harus sesuai dengan apa yang kita jual.

“Diskon dan promo juga perlu diperhatikan. Dari situ akan ada pembeli yang tertarik dan jadi menambah traffic karena orang-orang senang dengan diskon atau promo. Tetapi jangan merusak harga pasar, sesuaikan standarnya seperti apa,” ungkapnya.

Sebagai penjual, kita juga perlu menjaga kepercayaan pembeli. Berikan pelayanan dan produk terbaik. Jangan sampai pembeli kecewa dengan barang yang datang dari toko kita.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Selasa (23/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Keke Michelle Awuy (Tenaga Ahli DPR RI), Naghfir (Praktiis Hukum dan Dosen UIN Malang), Darwin Tenironama (Managing Director IMS Hospitality), dan Abdur Rohman (Wakil Dekan Fakultas Keislaman Univ Trunojoyo Madura).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.