Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Sidoarjo, (23/11).

Acara dipimpin oleh Moderator Vio Annisa, S.Pd., CPS®., dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Ir. Andre Parvian Aristio, S.Kom., Luthfi Dyah Radintari, M.Pd., Vivid Sambas ST, MMT., Tio Utomo., dan Alfian Arif Bintara.

Pada acara kali ini, tema yang diangkat adalah Meningkatkan Potensi Anak Melalui Literasi Digital dan masing-masing  narasumber berbicara dari sudut pandang empat pilar utama Literasi Digital.

Dengan jumlah 1065 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Luthfi Dyah Radintari, M.Pd. adalah, Apakah cukup mempromosikan budaya Indonesia hanya melalui media digital saja? lalu budaya apa yang harapkan biar dunia luar itu tahu dan paham tentang Indonesia bagaimana?

Luthfi Dyah Radintari mengatakan, “Tidak cukup. Namun penting adanya pemahaman lebih lanjut dengan memahami dan membaca literatur, diskusi, dan pelibatan negara lain. Mari kita tumbuhkan cinta pada budaya Indonesia sejak dini. Anak adalah pribadi yang merdeka, maka biarkanlah mereka memilih jalan dan bakatnya sendiri, kita hanya berhak untuk mengarahkan dan bukan memaksakan”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.