Marketplus.id – Veri Setiawan, Dosen Ilmu Komunikasi UNINDA Gontor Ponorogo, mengajak seluruh anak muda Indonesia agar melek literasi digital guna mencegah penyebaran misinformasi.

Tingkat literasi digital masyarakat Indonesia masih kurang dan sangat minim. Hal tersebut mengacu kepada data survei indeks literasi digital nasional yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) pada 2020. Dalam survei itu, literasi digital masyarakat Indonesia masih berada pada level sedang.

“Kami menilai, hal yang paling urgent untuk didorong peningkatannya adalah kemampuan berpikir kritis tentang media dan data,” kata Veri, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021).

Lanjutnya, minimnya tingkat indeks literasi digital belum mencapai skor baik (4,00), baru sedikit di atas sedang (3,00). Ia menambahkan, media sosial agar masuk ke dalam kurikulum pembelajaran. Alasannya adalah supaya media sosial dan realita sejalan.

“Bagaimana mereka bisa tumbuh dengan baik jika diberikan hoaks, mencaci maki presidennya. Bagaimana anak-anak kita bisa tumbuh dengan baik,” katanya.

Ia memberikan tips langkah-langkah untuk melek literasi digital. Pertama, adalah membuat daftar dan menganalisis isu-isu kontemporer. Kedua, membuat peer group untuk berbagi dan melakukan aksi literasi bersama. Ketiga, mempublikasikan narasi sehat dan kontra narasi dari hoaks, dan keempat melakukan advokasi.

“Penggerak Milenial Indonesia ini sebagai peer group, mempublikasikan narasi dan mengkontrol narasi, yang terlahir melakukan advokasi. Peran kita itu menjadi peran elaboratif, sebab bangsa ini terlalu besar untuk dikerjakan satu kelompok, membutuhkan banyak kelompok,” ujarnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu (24/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Indah Pratiwi Arumsari (Tenaga Ahli DPR RI), Erna Eriana (CEO Cleoparta Management), DR. Emalia Iragiliati (Ahli Presmatic & Doktor Bidang Presmatik Bahasa Inggris), dan Muhammad Umar (CEO CV. Sekoncoan Group) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.