20 Juni 2024

Marketplus.id – Perbedaan generasi sering memengaruhi cara berkomuniasi di ruang digital. Imbasnya ketersinggungan tak terhindarkan. Sehingga setiap individu perlu memahami menjaga netiket atau tata krama berinternet.

Dosen ilmu komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Japelidi, Dr. Lilik Hamidah, M.Si mengatakan, sering kali terjadi orangtua merasa diatur ketika diberitahu anaknya seputar penggunaan media digital. Padahal, banyak hal di ruang digital yang perlu diwaspadai.

Orangtua, karena selalu berpikir positif, setiap ada informasi dianggap benar, sehingga kadang begitu mendapat informasi langsung share. Di sisi lain, banyak konten negatif bertebaran, seperti hoax, cyberbullying, hate speech, dan lain sebagainya.

“Etika berkomunikasi dengan orangtua tetap dijaga. Orangtua diberitahu, misalnya hoax atau informasi tentang cyberbullying di media, ini bisa disampaikan supaya orangtua tahu. Secara bertahap akhirnya paham terkait tentang cyberbullying,” kata Lilik saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Senin (29/8/2022).

Sekarang ini anak-anak generasi milenial dikenal sebagai digital native. Mereka sudah akrab dengan teknologi ketika lahir. Sebaliknya, orangtua merupakan digital imigrant, sehingga harus beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

Lilik menjelaskan, anak-anak harus menyampaikkan informasi-informasi valid terkait konten-konten negatif kepada orangtua dengan sopan. Dengan begitu, mereka memahami bahwa di dunia digital banyak sekali hal yang harus diwaspadai.

“Berita baik dan sesuai dengan norma sosial yang berlaku menjadikan masyarakat relasi yang harmonis,” kata Lilik.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kota Mojokerto, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Dosen, Trainer, Managing Director Kaizen Room, Aidil Wicaksono. Kemudian Dosen ilmu komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Japelidi, Dr. Lilik Hamidah, M.Si, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL), Public Figure, dan Dadpreneur, Indra Brasco.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *