13 Juli 2024

Marketplus.id – Teknologi dan internet telah menjadi bagian masyarakat, dengan penggunanya kini mencapai 204,7 juta atau 73,7 persen dari total populasi penduduk menurut data HootSuit dan We Are Social 2022. Perubahan gaya hidup yang serba digital juga menawarkan kemudahan dan kepraktisan.

“Saking kita percayanya dan sering menggunakan karena kemudahan dan kepraktisannya itu kita jadi ceroboh. Kecerobohan ini yang menjadi potensi buruk bagi diri dan keluarga akan terjadinya penipuan pencurian data,” Konsultan Menejemen Sumber Daya Manusia, Willy Arwiguna, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada Jumat (16/9/2022).

Sebab itu menurut Willy sangat perlu keluarga yang teliterasi digital, artinya memiliki kecakapan digital baik itu budaya, etika, keterampilan dalam memanfaatkan perangkat digital, dan keamanan digital itu sendiri. Keamanan digital sebagai proses untuk memastikan penggunaan layanan digital secara daring maupun luring dapat dilakukan secara aman. Bukan hanya mengamankan data tapi juga melindungi data pribadi yang rahasia.

Lebih lanjut, keluarga harus teliterasi digital karena seluruh anggota keluarga merupakan sasaran dari kejahatan digital. Bahkan anak-anak adalah sasaran paling rentan, juga lansia yang karena bukan merupakan generasi digital native. Biasanya meningkatnya ancaman kejahatan digital pada keluarga terjadi karena ketidakcakapan keluarga dalam hal literasi digital.

Kejahatan cyber yang kerap terjadi di keluarga seperti pengambilan data pribadi untuk penipuan, pengambilan data pribadi untuk pembobolan rekening, serta kejahatan psikologis seperti perundungan dan pengucilan di media sosial.

Keamanan digital untuk keluarga antara lain tidak mengunggah identitas diri anggota keluarga, tidak membeberkan identitas spesifik seperti KTP dan Kartu Keluarga, juga penyetelan media sosial hanya orang tertentu saja. Bahkan di media sosial Anda harus mengenali dengan siapa saja berinteraksi, ada tugas juga untuk orangtua memilah aplikasi dan konten yang sesuai untuk anak.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Konsultan Menejemen Sumber Daya Manusia, Willy Arwiguna, Koordinator Mafindo wilayah Jombang, Anik Nur Qomariah, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) seorang aktris dan Founder ParenThink, Mona Ratuliu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *