Marketplus.id – Potensi dan peluang Indonesia untuk bisa memanfaatkan internet sebagai dalam budaya hingga ekonomi digital sangatlah besar. Di mana Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak 204,7 juta masyarakatnya atau 73,7 persen dari total penduduk sudah menggunakan internet.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi pun melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate saat sambutan program Makin Cakap Digital mengungkapkan Indonesia sudah masuk di era transformasi digital yang perlu didorong oleh talenta digital handal dan mumpuni.

“Perpaduan antara technical dan soft skills akan melahirkan kecakapan yang paling dibutuhkan di era revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” ujar Menkominfo.

Mengundang nara sumber lainnya, Founder & CEO Coffee Meets Stock, Theo Derick, mengungkapkan tak hanya digital skills yang dibutuhkan, masyarakat pengguna internet juga memerlukan kompetensi literasi digital mengenai etika berinternet atau dikenal netiket. Netiket meliputi bagaimana mengakses informasi sesuai etika, termasuk dalam menyeleksi dan menganalisis informasi.

“Pemahaman akan netiket juga menjadi upaya membentengi diri dari tindakan negatif di platform digital,” kata Theo saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (26/9/2022).

Netiket seseorang bisa dianalisa dalam bahasa dan pemakaian kata sehari-hari, sebab komunikasi telah berpindah ke ruang digital maka ada tantangan untuk bisa membuat lawan bicara mengerti dan tidak salah paham. Karena itu ia menyebut pemakaian kata-kata harus jelas agar tidak disalahpahami. Untuk itu gunakan bahasa yang sopan dan positif, kemudian yang sederhana serta mudah dipahami. Di platform media sosial juga hindari menghakimi dan menghina orang lain, apalagi terkait dengan isu SARA.

Seringkali pengguna media digital juga akhirnya hanya membuang-buang waktunya di media sosial karena hanya menjadi penonton dari konten-konten yang ada. Sebabnya Theo menyarankan agar sebelum masuk ke dunia digital ketahui dulu apa tujuannya. Apakah untuk personal branding atau sekadar memperluas relasi dan bisa jadi berbisnis.

Sehingga ketika berada di dalamnya tentu akan lebih mawas diri, apalagi jika tujuannya untuk personal branding sebab saat ini para pencari kerja biasanya mengecek media sosial calon pegawainya. Jangan sampai karena ada unggahan yang bersifat SARA lantas tidak jadi diterima bekerja atau gagal mendapat beasiswa.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Founder & CEO Coffee Meets Stock, Theo Derick dan Guru Dharma Wanita I dan Relawan RTIK, Jawa Timur, Ika Rahmawati, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL), seorang Public Figure, Enno Lerian. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *