15 Juni 2024

Marketplus.id – Pengguna internet yang mencapai 204,7 juta atau 73,7 persen dari populasi Indonesia menjadi tantangan besar, di mana perkembangan era teknologi membawa pengaruh pada budaya masyarakat berinternet dan tantangan mengaburnya wawasan kebangsaan serta menipisnya budaya toleransi.

Anggota Anggota Ikatan Guru TIK PGRI, Fajar Tri Laksono mengatakan, dengan pengguna internet 85 persen didominasi generasi milenial dan Z, penggunaan internet per hari kini rata-rata mencapai 8-9 jam. Sehingga wawasan kebangsaan di ruang digital merupakan sebuah hal penting di tengah arus perkembangan teknologi membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermedia digital.

“Kita harus menjunjung tinggi budaya Indonesia, serta mengeksplorasi kearifan budaya lokal,” kata Fajar saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Ia melanjutkan, budaya digital yang berkembang pun harus berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, seperti cinta kasih, toleransi hingga budaya gotong royong yang sejak dulu sudah mengalir di diri orang Indonesia bisa menjadi semangat yang sama saat berkolaborasi di ruang digital.

Mencintai produk dalam negeri termasuk bagian upaya melestarikan budaya dan mendukung laju pertumbuhan produksi di dalam negeri dalam kuatnya pengaruh digitalisasi. Pengguna media juga digital harus merasa bangga menggunakan produk dalam negeri, dengan cara turut mempromosikan melalui saluran platform digital yang ada.

Ada banyak kegiatan produktif lainnya yang bisa dilakukan untuk mengaktualisasikan budaya Indonesia di ruang digital, di mana digitalisasi juga memengaruhi penyebaran budaya asing maka cara tersebut juga bisa untuk mempromosikan kebudayaan Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan budaya yang amat beragam dari Sabang hingga Merauke, menjadi keunikan dan tak semua bangsa lain punya.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kota Kediri, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Swiss German University, Loina Lalolo Krina dan Anggota Anggota Ikatan Guru TIK PGRI, Fajar Tri Laksono, serta Pengajar dan Relawan TIK, Anik Indrawati. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *