Marketplus.id — Penjualan produk lokal bisa menggapai kancah global lewat pemanfaatan internet dan media digital. Keunggulannya adalah biaya pemasaran yang murah dan menjangkau lebih banyak pelanggan, serta praktis dan menawarkan banyak promo. Produk lokal bisa semakin go global lewat gerakan mencintai dan bangga produk buatan dalam negeri.

Demikian beberapa kesimpulan yang dibahas dalam webinar bertema “Produk Lokal Bisa Go Global”, Kamis (6/10), di Pontianak, Kalimantan Barat. Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Founder 1001 Digitalpreneur Akbar Riandi; Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali Ni Kadek Dwi Febriani; dan Kepala Bidang Komunikasi Relawan TIK Provinsi Jawa Timur Bahruddin.

Akbar Riandi menuturkan, tingginya penetrasi internet di Indonesia, termasuk di kancah global, bisa menjadi peluang bisnis baru yang dilakukan secara digital. Mengutip data We are Social Hootsuite per Februari 2022, pengguna internet di Indonesia tercatat sebanyak 204,7 juta orang atau setara 73,7 % dari populasi Indonesia. Angka tersebut naik 2,1 juta orang dari tahun sebelumnya.

Dengan tingginya penetrasi tersebut, Akbar melanjutkan, peluang untuk memasarkan produk lokal bisa semakin tinggi dan menjangkau pasar yang lebih luas. Apalagi, saat ini banyak tersedia ragam lokapasar. Penjualan di lokapasar, selain praktis dan efisien, juga dibarengi dengan banyaknya promo, seperti bebas ongkos kirim, flash sale, dan lain sebagainya.

“Selain itu, menggunakan lokapasar gratis atau tidak dipungut biaya. Jangkauan pasarnya juga lebih luas. Untuk memulai berbisnis menggunakan lokapasar pun tak harus memproduksi, namun bisa juga sebagai penjual kembali atau dikenal istilah reseller,” tuturnya.

Akbar melanjutkan, agar sukses berjualan di lokapasar, ia menyarankan untuk memulainya sebagai reseller terlebih dahulu. Selanjutnya adalah menentukan segmen pasar terlebih dahulu yang sesuai dengan karakter lokapasar yang digunakan. Pembuatan foto produk dan deskripsi yang menarik juga amat penting dan strategis.

Sementara itu, Bahruddin mengingatkan pentingnya kewaspadaan konsumen saat berbelanja secara online. Pasalnya, kasus penipuan transaksi jual beli secara online terbilang tinggi, terutama di sepanjang periode Januari 2019 sampai Januari 2020 lalu. Di masa tersebut, tercatat ada 1.617 laporan penipuan online yang diadukan oleh 1.566 warga. Adapun total kerugian yang dilaporkan hampir mencapai Rp 50 miliar.

“Beberapa ciri penipuan dagang secara online adalah harga barang yang dijual jauh lebih murah dari kompetitor, tidak melayani pembayaran di tempat, informasi produk sangat minim, alamat toko tidak jelas,” ucap Bahruddin.

Agar aman berbelanja online, Bahruddin menyarankan pembeli untuk senantiasa memeriksa identitas penjual dan ulasan mengenai produk tersebut. Lalu, pastikan untuk berbelanja di lokapasar terpercaya dan pastikan keaslian foto barang atau produk yang dijual. Berikutnya, pastikan pembayaran aman.

Sementara itu, untuk mendukung produk lokal bisa go global, gerakan cinta produk buatan dalam negeri, menurut Ni Kadek, sangat penting dan strategis. Turut aktif mempromosikan gerakan ini akan mendukung geliat ekonomi lokal, bahkan bisa berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Tak hanya mempromosikan, menjadi pelaku usaha langsung juga bisa jadi pilihan.

“Mencintai produk dalam negeri dan bangga akan produk buatan anak bangsa dapat membantu produk lokal bisa go global,” ucapnya.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat.Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *