Marketplus.id – Cakap bermedia digital harus dibarengi dengan perilaku etika yang etis dan benar. Di mana masyarakat sekarang hidup di dua dunia yaitu ruang nyata dan digital yang memungkinkan pertemuan dengan berbagai macam karakter manusia dari latar belakang budaya maupun geografis berbeda.

“Apalagi di dalam dunia digital yang semakin maju, kita bisa berkolaborasi maka etika juga harus dijaga. Saling menghormati, menghargai, karena itu kita memerlukan etika digital,” ujar Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo, Nur’annafi Farni Syam, saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (20/10/2022).

Etika digital kemudian akan menjadi acuan pengguna dalam bersikap. Etika digital akan mengajarkan kesadaran pengguna internet saat melakukan sesuatu dan tanggung jawab untuk menanggung segala konsekuensi dari tindakannya.

Sehingga pengguna tidak bisa semena-mena dalam bertindak, sementara ada ganjaran jika berperilaku tanpa etika. Tak lupa kejujuran dan kebajikan menjadi landasan lainnya dalam perilaku etis di media digital, bahwa apa yang dilakukan harus bermanfaat dan mengandung kebaikan.

Ia mencontohkan perilaku cyberbullying yang kerap terjadi sejak media digital semakin ramai menjadi saluran komunikasi lewat media sosial. Di mana lemahnya kontrol diri dari perilaku cyberbullying juga didapat dari berbagai faktor seperti ingin populer, meniru orang lain dan upaya balas dendam karena di dunia nyata mengalami perundungan.

Berbagai bentuk cyberbullying mungkin tak disadaro pelakunya seperti menyebarkan berita kebohongan dan foto memalukan tentang seseorang, hingga mengirimkan pesan menyakitkan berupa ancaman, termasuk di dalamnya menguntit aktivitas seseorang secara online. Sementara dampak cyberbullying pada korban akan memengaruhi psikologis dan fisiknyax bahkan bisa mengacu pada upaya bunuh diri.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya antara lain Dosen Universitas Brawijaya, Bayu Indra Pratama, Dosen Fikom Universitas Dr. Soetomo, Nur’annafi Farni Syam, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL), seorang Public Figure Indy Barents. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital hubungi¬†info.literasidigital.id¬†dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi atau instagram @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *