Marketplus.id – Beragam aplikasi kencan (Dating Apps) bermunculan di tengah kemajuan teknologi informasi. Sayangnya aplikasi ini kerap dimanfaatkan untuk tindakan negatif, seperti penipuan atau pelecehan yang mayoritas korban perempuan.

Pengusaha, Digital Trainer, dan Graphologist, Diana Aletheia Balienda menjelaskan, pemerintah mungkin dapat mengeluarkan aturan untuk mengawasi aplikasi kencan. Namun, kemampuan individu menjaga individu tetap menjadi hal terpenting.

“Jadi mau peraturan dibuat seperti apa, kalau tidak bisa menjaga diri, itu yang berbahaya,” kata Pengusaha, Digital Trainer, dan Graphologist, Diana Aletheia Balienda saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Senin (24/10/2022).

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Menurut hasil Survey Plan Internasional tahun 2019 kepada 14.000 perempuan usia 14-25 tahun di 22 negara, 58 persen perempuan mengalami pelecehan daring. 50 persen partisipan menyatakan lebih sering terjadi pelecehan daring dibandingkan luring. Kekerasan Berbasis Gender Online (KGBO) paling umum terjadi di media sosial.

“Kenapa bisa tergiur, menjadi korban penipuan. Dalam konteks ini perempuan, maka kalau jadi perempuan jangan mudah baper (bawa perasaan), main media sosial itu jangan baperan. Kenalan sama orang di dating apps jangan baper,” kata Diana.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok komunitas dan masyarakat di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pengusaha, Digital Trainer, dan Graphologist, Diana Aletheia Balienda. Kemudian Ketua Komite Litbang MAFINDO dan Dosen STAI Miftahul’Ula Nganjuk, Nuril Hidayah, M.A, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) dan Public Figure, Enno Lerian.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *