Marketplus.id – Kebudayaan Indonesia seakan terlupakan di era digital. Padahal banyak hal positif yang bisa dilakukan di media sosial atau media digital untuk mengkampanyekan budaya digital.

“Contoh sederhana sekarang banyak konten Instagram dan YouTube, misal dari GNFI (Good News From Indonesia),” kata Dosen dan Praktisi IoT & Artificial Intellegence, Yudhis Thiro Kabul Yunior,S.T.,M.Kom saat webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Selasa (25/10/2022).

Pengguna internet di Indonesia pada tahun 2021 mengalami peningkatan, We Are Social mencatat kini pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana sebanyak 170 juta penggunanya menggunakan media sosial.

Sekarang ini dunia digital menjadi panggung budaya asing. Sehingga netizen Indonesia lebih sering mengonsumsi budaya Korea Selatan dan barat. Namun, menurut Yudhis, beberapa generasi muda mulai aktif mempromosikan kebudayaan Indonesia melalui konten.

“Kita ikuti (follow) akun semacam GNFI. Kita bisa share di status atau grup WhatsApp, bahwa di Indonesia itu luas dan sangat aneka macam budaya. Ke depan kita bisa buat konten-konten tentang budaya masing-masing dan membagikannya,” kata Yudhis.

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan TIK ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital. Program ini didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Webinar #MakinCakapDigital 2022 untuk kelompok masyarakat di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siber Kreasi. Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya untuk berbagi terkait budaya digital antara lain Pandu Digital Indonesia dan Business Coach, Ismita Saputri. Kemudian Dosen dan Praktisi IoT & Artificial Intellegence, Yudhis Thiro Kabul Yunior,S.T.,M.Kom, serta mengundang Key Opinion Leader (KOL) dan Public Figure, Fanny Fabriana.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program Makin Cakap Digital 2022 hubungi info.literasidigital.id dan cari tahu lewat akun media sosial Siberkreasi, bisa klik ke Instagram @siberkreasi dan @literasidigitalkominfo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *