Marketplus.id – PT Bank Central Asia Tbk (BCA)  wujudkan visi keberlanjutan  sebagai bagian dari implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Salah satunya adalah dengan memberikan dukungan terhadap pengelolaan desa-desa wisata sebagai destinasi pariwisata baru di Tanah Air yang tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam rangka memastikan dukungan tersebut tepat sasar, Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn didampingi oleh Senior Vice President Corporate Communication BCA, Susanti Nurmalawati dan Kepala KCU BCA Cakranegara, Indrawanto Sahama melakukan kunjungan ke Desa Wisata Bilebante, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di sela-sela kunjungan tersebut, rombongan BCA juga melakukan penanaman pohon di lahan Gunung Sasak, yang merupakan lahan kering, dan tidak ada pohon yang dapat hidup pada daerah tersebut. Namun, masyarakat peyangga tak mengenal lelah, mereka tetap tekun melakukan penghijauan sejak tahun 2012 dan akhirnya menuai hasil yang baik, yaitu pohon tumbuh dengan subur.

BCA bersama kelompok tani Wana Sasak Lestari kembali menanam 1.000 pohon durian di lahan seluas 10 ha. BCA berharap beberapa tahun kedepan kelompok tani dapat memanfaatkan buah tersebut untuk penunjang pendapatan, sekaligus menghijaukan lahan Gunung Sasak.

Seremoni kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Lombok Barat,  H. Fauzan Khalid S.Ag, M.Si dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Provinsi NTB Julmansyah di Lombok, Selasa (29/11).

Hera mengungkapkan, dukungan perseroan terhadap pengembangan potensi pariwisata melalui destinasi desa wisata di Tanah Air terus berlanjut dalam berbagai kegiatan pendampingan. Seperti di Desa Wisata Bilebante, BCA menghadirkan berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan komunitas lokal yang mengelola desa wisata tersebut.

Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan desa-desa wisata yang sudah terekspos terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menjadi destinasi yang terus dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas dan daerah setempat secara berkelanjutan.

“Kami menyaksikan langsung dampak dari dukungan yang diberikan perseroan kepada desa wisata di Bilebante. Sama halnya dengan 12 desa binaan BCA lainnya, dampak langsung dari pendampingan yang kami berikan adalah menjamin pengelolaan desa wisata yang mampu berdaya saing dan sustain,” ujar Hera.

Seperti diketahui, desa wisata Bilebante tengah menjadi daya tarik destinasi baru di mata wisatawan domestik maupun asing, setelah berhasil keluar sebagai juara kedua untuk Kategori Alam dalam BCA Desa Wisata Award pada akhir tahun lalu. Desa tersebut memiliki keunikan dan keunggulan dari sisi alam. Tidak heran jika desa wisata tersebut saat ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata hijau, yang menawarkan para wisatawan untuk kembali ke alam. Ciri khas tersebut harus dapat terus dikelola melalui berbagai pendekatan, baik melalui eksplorasi tradisi dan kultur setempat, maupun melalui pemanfaatan teknologi cerdas masa kini.

Desa Wisata Bilibante saat ini memberdayakan 60 tenaga kerja yang berasal dari penduduk setempat, mayoritas tenaga kerja wanita dan pemuda. Dari sisi UMKM lokalnya,  desa ini menawarkan sekitar 17 kuliner produk UMKM yang terdiri dari ayam merangkat, bakso rumput laut, aneka olahan keripik, plecing, dan sebagainya. Adapun pendapatan rata-rata UMKM wanita di Desa Wisata Bilebante tercatat sebesar Rp4 juta per bulan, sehingga mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat desa setempat.

Hera juga menambahkan, “Kami juga menginisiasi penanaman pohon di Wilayah Gunung Sasak dengan maksud mendukung konservasi kawasan pegunungan Sasak sebagai habitat pendukung utama kehidupan di wilayah sekitar yang pada akhirnya dapat memberi dampak signifikan terhadap pengurangan emisi karbon, pemulihan alam, serta pengaturan iklim”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *