Marketplus.id — Sektor pariwisata berkontribusi penting terhadap perekonomian nasional hingga lokal. Indonesia berpeluang besar meningkatkan nilai ekonomi dari sektor pariwisata dengan banyaknya destinasi wisata yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Promosi wisata kian mudah dilakukan lewat ragam media sosial yang ada.

Hal itu mengemuka dalam webinar yang mengambil tema “Promosi Digital agar Daerah Wisata Terkenal”, Jumat (2/12) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Narasumber dalam webinar ini adalah Relawan TIK Jawa Barat Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Didno; Direktur DOTstudios.ID Akhmad Nasir; serta Founder MOM Chyntia Andarinie.

Berdasar data per Februari 2022, nilai belanja di sektor pariwisata untuk penerbangan saja mencapai 1,58 miliar dollar AS, sementara untuk penyewaan mobil dan tiket kereta api masing-masing 170,8 juta dollar AS dan 46,76 juta dollar AS. Adapun untuk hotel, belanja yang dikeluarkan mencapai 1,46 miliar dollar AS dan 113,3 juta dollar AS untuk penyewaan rumah penginapan.

Akhmad Nasir mengingatkan, saat ini, turis memanfaatkan betul media massa dan internet untuk berwisata. Mulai dari pemesanan tiket pesawat, pemesanan hotel, hingga pencarian destinasi wisata dilakukan lewat internet. Bahkan, mereka menggunakan media sosial sebagai tempat untuk membuat konten atau mengunggah foto perjalanan wisatanya.

“Ini menunjukkan bahwa teknologi digital memiliki kekuatan luar biasa di sektor pariwisata. Hampir semua kebutuhan berwisata dilakukan di ruang digital oleh para pelaku perjalanan wisata,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan, yang dapat dilakukan generasi muda Indonesia atau masyarakat umum adalah mengenalkan potensi wisata yang ada di daerah masing-masing dengan menggunakan kekuatan media sosial. Namun, promosi saja belum cukup. Dibutuhkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata, seperti keterampilan memandu wisatawan, mengelola penginapan, dan sebagainya.

“Dalam pengelolaan pariwisata, dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak. Selain itu, inovasi juga dibutuhkan agar pengunjung tidak bosan dan bersedia kembali lagi ke destinasi wisata tersebut,” ucapnya.

Didno menambahkan, agar pemasaran destinasi wisata semakin optimal, cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengoptimalkan Google My Business atau Google Local Guides. Lalu, perlu dibuat wadah di internet tentang segala informasi obyek wisata tersebut, misalkan lewat blog atau pembuatan website khusus. Media sosial juga terbilang sangat efektif untuk mempromosikan destinasi wisata.

Chyntia Andarinie mengingatkan, tak hanya obyek wisata yang bisa dipromosikan untuk menarik minat kedatangan turis. Menurut dia, Indonesia juga kaya akan budaya, adat-istiadat, atau kearifan lokal lainnya yang bisa menjadi daya tarik pengunjung untuk berwisata. Ia sepakat bahwa cara yang efektif dan efisien untuk mempromosikan segala potensi tersebut, salah satunya, adalah lewat media sosial.

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. Kegiatan ini khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *