13 Juli 2024

Marketplus.id – Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023, Wahana Visi Indonesia (WVI) bersama Divers Clean Action (DCA) serta didukung oleh Direktorat Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan seminar bertajuk “Kolaborasi Pemerintah Daerah, Komunitas dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengurangan Sampah”.

Acara yang berlangsung di Hotel Millenium Sirih, Jakarta pada tanggal 31 Januari 2023 tersebut dimaksudkan juga sebagai berbagi pembelajaran program PHINLA yang berdampak positif pada pengelolaan sampah baik dari sisi lingkungan hidup maupun perekonomian warga.

Program PHINLA adalah program untuk mengembangkan mata pencaharian bagi penduduk yang terkena dampak kemiskinan melalui sistem pengelolaan sampah multi-sektoral. Program ini merupakan program global dukungan pemerintah Jerman yang melibatkan tiga negara yaitu Filipina, Indonesia dan Srilanka. Di Indonesia PHINLA dijalankan oleh Wahana Visi Indonesia yang bekerja sama dengan mitra lokal di bidang pengelolaan sampah yaitu Divers Clean Action. Berjalan sejak 2020, WVI dan DCA melakukan pendampingan terhadap warga di Jakarta Utara dan Jakarta Timur yang meliputi Cipinang Besar Selatan, Marunda, Cilincing, Semper Barat dan Penjaringan. Di lima wilayah binaan tersebut program PHINLA mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan komunitas.

Selama kurang lebih tiga tahun berjalan, program PHINLA telah berhasil meningkatkan jumlah warga yang melakukan pemilahan sampah dan bergabung menjadi nasabah bank sampah. Dari 822 nasabah di pertengahan 2021, bertambah menjadi total 1.834 nasabah pada akhir 2022.

Jumlah rumah memilah sampah (sesuai Pergub DKI nomor 77 Tahun 2020) juga naik dari 634 rumah di Januari 2022, menjadi total 1.437 rumah pada November 2022. Kapasitas bank sampah juga meningkat dari 5.154 kg di pertengahan 2021, menjadi total 11.810 kg di Desember 2022.

Dana tabungan warga yang dikelola bank sampah juga mengalami peningkatan dari Rp 9.921.000 di pertengahan 2021, menjadi total Rp 25.504.000 pada Desember 2022.

Dari 10 bank sampah dampingan program PHINLA tiga di antaranya mendapatkan penghargaan sebagai bank sampah terbaik dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2021 dan 2022.

Dampak positif yang muncul di lima wilayah dampingan program PHINLA tersebut dapat diadaptasi masyarakat di wilayah lain untuk mendapatkan dampak positif serupa. Mengingat PHINLA merupakan program multisektoral, dalam seminar ini diundang pula pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, anggota DPRD, Dinas dan Kementerian terkait serta pelaku industri yang pada intinya dapat membantu pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan mata pencaharian masyarakat.

Angelina Theodora, Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia (WVI) mengatakan, “Program PHINLA mendukung program pemerintah daerah DKI Jakarta dalam pengelolaan sampah. Setelah berjalan kurang lebih tiga tahun, program ini berdampak positif untuk masyarakat pada 5 wilayah dampingan. Tidak hanya positif bagi lingkungan program ini juga memberi manfaat bagi perekonomian masyarakat. Dan sebagai organisasi yang fokus pada anak, WVI juga berharap peningkatan ekonomi ini berdampak pula terhadap kesejahteraan anak.”

Lebih lanjut Angelina mengatakan, “Kami berharap manfaat program PHINLA tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang kami dampingi selama ini, namun juga bermanfat bagi masyarakat di wilayah lain. Lewat seminar ini, kami mencoba untuk memaparkan bagaimana pengelolaan sampah yang baik dapat diadopsi antar pemerintah daerah berdasarkan pendekatan multi-stakeholder. Untuk itu program ini patut mendapat dukungan memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak, baik itu Kementerian dan Lembaga terkait, pemerintah daerah, lembaga donor juga stakeholder pengelolaan sampah.”

Di sisi lain Direktur Eksekutif Divers Clean Action (DCA) Swietenia Puspa Lestari mengutarakan bahwa keberhasilan PHINLA tidak lepas dari peran serta masyarakat yang menjadi local champions dalam mengedukasi dan menggerakkan komunitas di sekitarnya untuk ikut serta dalam usaha pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.

“Para local champions ini berasal dari pengurus bank sampah, pemuda setempat, kelompok ASKA, Bidang Pengelola Sampah (BPS) RW, serta pemerintah lokal. Mereka telah mengikuti berbagai pelatihan dan harapannya ke depan bisa menjadi inspirasi, edukator dan mentor untuk area lain yang mau memulai pengelolaan sampah dari tingkat tapak,” papar Swietenia.

Sementara itu Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena menjadi pelopor dalam penerbitan kebijakan pengelolaan sampah hingga tingkat tapak (Rukun Warga) yaitu melalui Peraturan Gubernur Nomor 77 tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga dan juga Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2021 tentang Bank Sampah, yang mana tentunya hal ini bisa menjadi contoh bagi Pemerintah Daerah lainnya untuk dapat diikuti, karena edukasi kepada masyarakat tidaklah cukup jika tidak diperkuat dengan adanya kebijakan.

“Apresiasi kami juga sampaikan kepada Pemerintah Jerman sebagai pendukung dari program PHINLA serta kepada Wahana Visi Indonesia dan Divers Clean Action sebagai pelaksana harian program PHINLA atas dukungannya terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam upaya pengurangan sampah di rumah tangga. Melalui kegiatan ini kami juga terus mengajak semua pihak untuk terus melakukan upaya cegah, pilah dan olah sampah dari rumah seperti yang dilakukan melalui Program PHINLA Indonesia,” papar Sinta Saptarina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *