8 April 2026
CV5P6630 copy

Marketplus.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipengaruhi oleh dinamika geopolitik, kenaikan biaya hidup, serta tekanan daya beli, semakin banyak masyarakat mulai menyadari bahwa mengandalkan satu sumber penghasilan saja tidak lagi cukup.

Kondisi ini mendorong perubahan pola pikir, di mana pekerja kini mulai mencari peluang usaha sebagai alternatif pendapatan tambahan dan bentuk antisipasi terhadap ketidakpastian di masa depan.

Fenomena ini sejalan dengan peran besar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menyumbang lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97% tenaga kerja, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa kewirausahaan bukan hanya pilihan, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga pergerakan ekonomi.

Seiring dengan perubahan tersebut, model bisnis yang lebih terstruktur seperti kemitraan dan franchise semakin diminati karena menawarkan sistem yang telah teruji, risiko yang lebih terukur, serta proses memulai usaha yang lebih praktis dibandingkan membangun bisnis dari nol.

Selain itu, model ini juga memungkinkan masyarakat untuk mulai berbisnis tanpa harus terlibat langsung dalam operasional sehari-hari, sehingga membuka peluang sebagai investor atau mitra usaha.

“Di tengah kondisi global yang tidak pasti, banyak perusahaan mulai menahan ekspansi dan mencari cara untuk membagi risiko. Dalam situasi ini, model franchise menjadi semakin relevan karena memungkinkan bisnis tetap berkembang tanpa menanggung seluruh beban investasi dan operasional. Ini yang membuat franchise menjadi salah satu pendekatan yang lebih adaptif dalam menghadapi kondisi saat ini,” ujar Evi Diah Puspitawati dari Franchise Academy Indonesia.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh tren di lapangan. Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI), Levita Ginting Supit, melihat adanya perubahan pola pikir di kalangan pekerja dan profesional.

“Kami melihat perubahan yang cukup signifikan, di mana semakin banyak pekerja mulai tidak hanya bergantung pada penghasilan utama, tetapi juga mulai membangun usaha sendiri. Franchise menjadi salah satu pintu masuk karena sistemnya sudah lebih siap, sehingga mereka bisa memulai tanpa harus melalui proses trial and error yang panjang,” ujar Levita.

Menjawab kebutuhan tersebut, FLEI Business Show 2026 hadir sebagai wadah yang mempertemukan peluang usaha dengan masyarakat yang ingin memulai bisnis secara lebih pasti. Tidak hanya berdiri sendiri, FLEI Business Show 2026 juga akan berlangsung bersamaan dengan Café Brasserie Expo dan Morefood Expo, menjadikan satu venue ini sebagai ruang eksplorasi bisnis yang lebih luas. Selama empat hari pameran, pengunjung dapat menjelajahi lebih dari 400 brand dari berbagai industri, dengan target kehadiran 25.000 pengunjung. Kehadiran tiga pameran sekaligus ini tentunya membuka lebih banyak peluang bagi terciptanya inspirasi, koneksi, dan juga transaksi bisnis, baik untuk para pengunjung maupun pelaku usaha.

“Yang kami lihat saat ini, banyak masyarakat sudah memiliki keinginan untuk memulai usaha, tetapi masih mencari model bisnis yang tepat dan bisa langsung dijalankan. FLEI Business Show kami hadirkan sebagai tempat di mana mereka bisa bertemu langsung dengan brand, melihat sistemnya, dan memahami bagaimana bisnis tersebut bisa dijalankan secara nyata, bukan hanya sekadar konsep,” ujar Rulief Harjianto, Project Manager FLEI Business Show 2026.

Selain menghadirkan berbagai peluang bisnis, FLEI Business Show 2026 juga dilengkapi dengan program seperti business conference, sesi inspiratif dari pelaku industri, konsultasi bisnis gratis, serta business matching yang membantu pengunjung memahami dan memilih peluang usaha yang paling sesuai dan siap dijalankan.

Penyelenggaraan FLEI Business Show 2026 juga diperkuat oleh dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perdagangan, asosiasi dan komunitas seperti HIPPINDO, APINDO, ASLI, TES, dan TWDC serta strategic media partner internasional Asiawide Franchise Consultants dan World Franchise Associates (WFA). Dukungan kolaboratif ini semakin menegaskan posisi FLEI Business Show 2026 sebagai platform yang kredibel dan relevan dalam mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia.

Penyelenggaraan press conference FLEI Business Show 2026 turut didukung oleh GoWork sebagai venue partner. GoWork menyediakan ruang kerja bersama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Tangerang, Medan, dan Bali. Dengan fokus pada fleksibilitas dan komunitas, GoWork menyediakan berbagai ruang kerja, dari coworking space hingga private office, yang mendukung bisnis di berbagai tahap. Ruang acara multifungsi GoWork juga menjadi pilihan untuk acara penting seperti townhall, konferensi pers, dan networking. Dukungan GoWork mencerminkan komitmen FLEI dalam menciptakan platform bisnis yang inklusif dan menyeluruh.

Di tengah perubahan ekonomi yang terus berlangsung, FLEI Business Show 2026 hadir sebagai ruang bagi masyarakat untuk membuka peluang baru dan mengambil langkah nyata dalam membangun usaha. Lebih dari itu, pertumbuhan kewirausahaan ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong perputaran ekonomi. Dari individu yang sebelumnya berperan sebagai pencari kerja, kini semakin banyak yang bertransformasi menjadi pencipta peluang. Bagi siapa pun yang mulai mempertimbangkan langkah menuju kemandirian finansial, ajang ini menjadi kesempatan untuk mengenal, belajar, dan menemukan peluang yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.

FLEI Business Show 2026 akan diselenggarakan pada 7–10 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Tiket pengunjung dapat diperoleh dengan melalui situs resmi https://franchise-expo.co.id/ticket. Segera dapatkan tiket Anda dan jadilah bagian dari perjalanan bisnis baru di FLEI Business Show 2026.Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi: www.franchise-expo.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *