Marketplus.id – Perusahaan berbasis teknologi dan periklanan terkemuka dengan kantor yang tersebar di APAC dan EMEA, MediaDonuts mengumumkan penunjukkan perusahaannya sebagai perwakilan CNN International Commercial (CNNIC) di Asia Tenggara.

Brand berita dan informasi 24 jam ini, menunjuk MediaDonuts untuk mewakili CNNIC di Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Vietnam, untuk membantu mengomersialisasikan solusi periklanan dan konten digital mereka di pasar negara tersebut.

Kerjasama ini menggabungkan kekuatan CNN dengan para ahli lokal dari MediaDonuts untuk mendukung brand, pemasar, advertiser di Asia Tenggara yang mulai beralih mengembangkan bisnisnya ke market global.

Dengan kerjasama ini, MediaDonuts membantu menghubungkan advertiser yang ada di kawasan tersebut dengan audiens yang besar secara global melalui CNN serta integrasi konten di seluruh platform digitalnya. Ini termasuk branded content yang diproduksi oleh studio in-house pemenang penghargaan CNNIC, Create; target kontekstual berbasis data; serta akses ke berbagai format mobile digital advertising yang ramah pengguna di dalam ekosistem CNN.

Co-Founder and Managing Partner MediaDonuts, Pieter-Jan de Kroon mengatakan, “CNNIC menawarkan peluang besar bagi para advertiser dan pemasar untuk terhubung dengan market yang besar baik di pasar domestik maupun global. Solusi yang disediakan CNNIC memberikan banyak ruang kepada brand untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif dan membuat kampanye yang inovatif”.

Menurut Eliot Connor, Digital Commercial Director untuk APAC, CNN International Commercial, pihaknya merasa senang dapat bermitra dengan MediaDonuts untuk menyediakan solusi periklanan digital yang terbaik di kelasnya, didukung oleh data, insight, dan kreativitas dari para advertiser di pasar utama CNN di Asia Tenggara (ASEAN).

“Dengan menggabungkan kapabilitas kami dengan para ahli di MediaDonuts serta local insight, kami berharap dapat meningkatkan peluang dan solusi strategis bagi brand di ASEAN untuk mencapai audiens utama mereka di seluruh penjuru dunia,” ujar Eliot Connor.