Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten Gresik, (3/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Muhammad Ridho, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Jacob Win, Firdaus Rahman, A.Md.A, M. Alvin Nur Choironi, Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom dan Anindito Wisnu Sampurno (KOL).

Dengan jumlah 381 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Rita Nurlita, S.Sos., M.I.Kom. adalah terkait Kejahatan cyber yang terjadi di masyarakat tidak dapat kita hindari. rekam jejak digital tidak dapat sepenuhnya membuat kita terhndar dari kejahatan cyber. apa yang harus kita lebih tekankan sebagai salah satu pengguna aktif internet untuk mewaspadai kejahatan cyber dan adanya info Hoax?

Rita Nurlita mengatakan, “Saya selalu sampaikan bahwa apa yang kita lakukan di ruang digital akan secara abadi menetap. Pertama yang harus diwaspadai adalah perilaku kita, jangan sampai kita menjadi distributor berita hoax, Pahami literasi digital terkait bagaimana kita harus bersikap, bertindak, dan melangkah. Kemudian berhati-hatilah untuk memposting hal-hal yang bersifat data pribadi ke media sosial. Karena data pribadi dapat disalahgunakan.Kita juga harus selalu memastikan foto-foto yang kita upload bukan karya orang lain sehingga melanggar hak cipta. Saring kembali sebelum sharing ke media sosial”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.