Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Malang, (3/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Ivana Rouf, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Wilda Kumala Sari, S.Psi., Alix Wijaya H.K., Rachel Octavia, Oktora Irahadi dan Nixon Farrel Mahatma.

Dengan jumlah 2234 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Wilda Kumala Sari, S.Psi adalah “Bagaimana terjadinya pembentukan online personal branding seseorang melalui gambaran identitas di media sosial? Karena sering kali personal branding dikaitkan dengan tampilan secara fisik yang berhubungan dengan gaya dan juga penampilan?” Karena sering kali personal branding dikaitkan dengan tampilan secara fisik yang berhubungan dengan gaya dan juga penampilan?”.

Dan pada saat itu Wilda Kumala Sari, S.Psi langsung memberikan jawaban “Personal branding tidak hanya pada penampilan saja tapi kita juga bisa memanfaatkan medsos dengan baik melalui potensi yang ada pada kita bisa dengan velue kita.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.