Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di Gresik, (14/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Rahmadana Junita, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Dr.Drs.H.M. Syafaul Anam. S.Pd.,MM, Lintang Ratri Rahmiaji, Sawitri Wulansari S.Psi, MM, Tio Utomo dan key opinion leader (KOL) Nathania Ingrid Hendradi.

Dengan jumlah 871 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Lintang Ratri Rahmiaji adalah “Bagaimana cara remaja  bisa memilah berita dengan benar? dan harus mencari kebenarannya lewat mana? Dan bagaimana remaja bisa bijak dalam bersosial media, seperti stop cyber bullying dan ketikan ketikan yang membuat mental seseorang menjadi merasa bersalah dan merasa di kucilkan?

Lintang Ratri Rahmiaji memaparkan, “Bisa memakai tools ini untuk memeriksa fakta: 1.) Cek pada sumbernya langsung (dari pihak berwenang) dan menggunakan mesin pencarian. 2.) Cek pada media yang kredibel (anggota dewan pers). 3.) Cek pada situs pencarian fakta seperti: www.turnbackhoax.id, www.cekfakta.com 4.) Gabung di Grup FB: Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH). 5.) Install aplikasi Hoax Buster Tools 6.) Cek pada Kalimasada (WA Mafindo) atau chatbot untuk fungsi sejenis. 7.) Think before posting.”

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.