Marketplus.id – Penyelenggaraan Kegiatan Literasi Digital di Jawa Timur I kali ini diselenggarakan di kabupaten/kota Pasururan, (20/8).

Acara dipimpin oleh Moderator, Salma Nafi’ aturrofi’ah, dengan menghadirkan 4 narasumber yaitu Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D., Aysha Vio F.H.Christvany I., Aulia Siska, S.Sos, Oktora Irahadi dan Rizky Ardi Nugroho (KOL).

Dengan jumlah 440 peserta, dapat dilihat antusiasme dari setiap peserta yang hadir pada acara hari ini, karena peserta seminar dan diskusi secara online yang hadir mempunyai kesempatan untuk bertanya kepada narasumber.

Salah satu pertanyaan yang ditujukan kepada narasumber Retno Aulia Vinarti, S.Kom, M.Kom, Ph.D adalah Bagaimana mengenai orang yang mengalami kebocoran data pada pinjaman online, bagaimana sebetulnya hal tersebut dapat terjadi karena tentunya untuk pinjaman online membutuhkan KTP dan juga No Rekening Bank ada pula yg membutuhkan foto selfie.

Retno Aulia Vinarti mengatakan, “Ini termasuk identity thieft, data yang sudah kita maksimalkan untuk private ternyata bocor semua. Ada beberapa alur cara kita lapor cyber crime. Ke polisi langsung sudah benar, siapkan bukti yang cukup, SPKT, mencetak buktinya. Secara online bisa ke patrolisiber.id”.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) menyelenggarakan 1.251 kegiatan Literasi Digital yang akan berlangsung selama 6 Mei – 6 Desember 2021 di 14 Kabupaten/Kota di Jawa Timur I. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital ; Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills).

Kegiatan Literasi Digital ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness, dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar masyarakat dapat memanfaatkan internet dengan benar dan bertanggung jawab  serta meningkatkan pengetahuan dan pemahaman akan potensi besar yang dimiliki Indonesia, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan fitur teknologi digital yang tersedia untuk menunjang bakat, ekonomi dan pekerjaannya. Literasi digital menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kemajuan suatu bangsa.

Kemkominfo RI menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada tahun 2024.